Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

Dapat Bonus Uang 5 Miliar, Inilah Cara Mengatur Biaya Pendidikan Anak Hingga Sarjana

Mendapatkan bonus uang 5 miliar seperti halnya Tantowi dan Liliyana karena mendapatkan medali emas di Olimpiade, pastinya sangat menyenangkan dan membanggakan. Anda dapat membeli apa saja untuk kebutuhan keluarga, apa lagi saat ini perekonomian Indonesia sedang mengalami penurunan. 
 
Andaikan Anda mendapatkan bonus uang 5 miliar, apa yang akan Anda lakukan? Ketika Anda memiliki bonus uang 5 miliar, ada baiknya untuk Anda mempersiapkan dana pendidikan bagi anak Anda kelak. 
 
Meskipun saat ini usia anak Anda masih relatif kecil, tetapi tidak ada salahnya untuk Anda mempersiapkan biaya pendidikan tersebut sejak dini. Mengapa? Sebab setiap tahunnya biaya pendidikan akan mengalami kenaikan kurang lebih sebanyak 8%, tentunya hal ini harus Anda persiapkan sebaik mungkin. Agar anak Anda mendapatkan pendidikan yang terbaik untuknya, jangan sampai Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan pendidikan Anda. 
 
Pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan uang 5 miliar tersebut, Anda bisa mencukupi pendidikan anak Anda hingga jenjang sarjana? Mari kita lihat simulasinya mengenai biaya pendidikan tersebut, misalnya usia anak Anda saat ini 3 tahun, sedangkan biaya pendidikan untuk sarjana kurang lebih sebesar Rp100 juta. Nah, mungkin setelah 15 tahun yang akan datang besarnya biaya pendidikan akan mengalami kenaikan yang cukup besar. 
 

Cara Mengatur Biaya Pendidikan Anak Hingga Sarjana

Jika setiap tahunnya saja mengalami kenaikan 8%, maka Anda bisa mengkalikan biaya pendidikan tersebut dengan jumlah tahun di mana anak Anda akan masuk ke dunia perkuliahan. Bisa saja biaya yang akan Anda keluarkan mencapai lebih dari bonus uang 5 miliar tersebut. 
 
Untuk itu sebaiknya Anda memiliki cara yang tepat, dalam mengatur biaya pendidikan anak Anda hingga jenjang sarjana. Berikut adalah caranya:
 

1. Asuransi Pendidikan

Ketika memiliki uang 5 miliar, saat ini mungkin Anda bisa membayar pendidikan anak Anda hingga jenjang sarjana. Namun, bagaimana jika usia anak Anda terbilang masih cukup muda untuk berkuliah? Pastinya Anda akan menunda membayar pendidikan sarjana, alhasil Anda akan mengalokasikan uang tersebut untuk kebutuhan lainnya.  
 
Lalu bagaimana nantinya dengan pendidikan anak Anda di kemudian hari? Salah satu cara yang tepat Anda lakukan adalah membeli asuransi pendidikan, hal ini tidak hanya bisa mewujudkan keinginan Anda dalam memberikan pendidikan terbaik. 
 
Namun, hal ini juga berfungsi sebagai perlindungan untuk Anda dalam mengatur keuangan, pada dasarnya asuransi pendidikan dibagi menjadi dua unsur yaitu unsur proteksi yang melindungi perencanaan sebuah resiko yang tidak diinginkan. 
 
Unsur kedua adalah investasi yaitu untuk mendongkrak dana pendidikan anak melalui jalur instrumen investasi, agar dana pendidikan tidak tergerus inflasi. Karena jalur investasi memberikan hasil yang lebih optimal, apabila dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. 
 

2. Tabungan Pendidikan


Cara selanjutnya adalah menyiapkan tabungan pendidikan anak, tabungan pendidikan memberikan sejumlah fasilitas asuransi jiwa. Jadi apabila penanggung telah tiada, maka target dana pendidikan tetap akan tercapai. Selain fasilitas asuransi jiwa, tabungan pendidikan juga memiliki fasilitas bunga yang cukup menggoda dan fasilitas asuransi kesehatan dengan tambahan sejumlah biaya. 
 
Biasanya tabungan pendidikan, merupakan turunan dari tabungan pribadi Anda di bank yang sama, sehingga sistem iurannya dilakukan dengan cara auto debit. Jika Anda tertarik dengan tabungan pendidikan, cukup dengan membuka tabungan pendidikan di Bank yang memiliki fasilitas tersebut. 
 
Banyak orang yang masih beranggapan sama antara tabungan pendidikan dengan asuransi pendidikan. Padahal kedua produk ini sangatlah berbeda, meskipun sama-sama diperuntukkan dalam menyiapkan dana pendidikan. 
 
 
Terdapat perbedaan antara asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan:
  • Asuransi pendidikan diterbitkan oleh perusahaan asuransi, sedangkan tabungan pendidikan diterbitkan oleh bank. 
  • Walaupun premi sudah selesai dibayar, asuransi pendidikan baru bisa dicairkan jika jatuh tempo atau ketika penanggung meninggal. Sementara itu tabungan pendidikan bisa dicairkan saat Anda menyelesaikan kewajiban menabung atau tidak mampu lagi membayar cicilan.
  • Potongan untuk mencairkan dana asuransi pendidikan sebelum waktunya, lebih besar ketimbang dengan tabungan pendidikan. 
  • Meskipun keuntungan atau timbal balik asuransi pendidikan lebih besar, prosesnya klaimnya lebih rumit ketimbang tabungan pendidikan. 
 

3. Deposito

Jika Anda mendapatkan bonus uang 5 miliar, dan dipersiapkan untuk dana pendidikan anak Anda. Maka Anda bisa mendepositokan uang tersebut, untuk biaya pendidikan anak. Cara ini dianggap cukup jitu, karena deposito tidak akan bisa dicairkan sesuka Anda dan bunga dari deposito tersebut lebih besar dibandingkan dengan tabungan konvensional biasa. 
 

4. Investasi Emas

Tidak ada salahnya untuk Anda melakukan investasi dalam bentuk emas, untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Sebab emas memang dipercaya sebagai alat investasi yang baik, karena harga jualnya yang stabil. 
Usahakan menyimpan emas dalam bentuk batangan, yang memiliki kadar 99%, saat ini emas tidak hanya bisa ditemukan di toko emas. Tapi juga dibeberapa tempat, misalnya cabang PT. Pegadaian atau PT. Aneka Tambang. 
 

5. Investasi Properti

Uang 5 miliar bisa Anda belikan properti dalam mempersiapkan dana pendidikan anak Anda, sebab harga properti setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 
 
Mendapatkan bonus uang 5 miliar menjadi hal yang luar biasa, persiapkan dana pendidikan anak Anda sejak dini. Cara mempersiapkan dana pendidikan tersebut, bisa Anda lakukan dengan cara di atas. Agar uang 5 miliar Anda tetap terjaga, bahkan bisa bertambah hingga anak Anda mencapai jenjang sarjana.