News

Dengan Teknologi Biometrik, Kelak Anda Tak Perlu Lagi Tunjukan Paspor Saat Berkunjung ke Australia

[Foto: digitaltrends.com]
Tidak ingin repot menyiapkan berkas-berkas saat berkunjung ke luar negeri? Mungkin Anda bisa memilih Australia sebagai destinasi Anda. Pasalnya, negara tersebut dikabarkan sedang berencana menerapkan sistem identifikasi baru bagi para pendatang di negaranya. Australian Departement of Immigration and Border Protection mencanangkan ide ini untuk mengurangi kebutuhan akan paspor.

Pemerintah Australia berencana untuk menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dan pemindai sidik jari (fingerprint) bagi pengunjung yang ingin melewati Bandara Australia. Ini bisa jadi kabar gembira bagi Anda yang hobi berplesiran ke Negeri Kanguru!

Dengan adanya kebijakan ini, pengunjung yang akan mendatangi negara itu tak perlu lagi menunjukkan paspor ke petugas imigrasi di bandara. Nantinya, petugas imigrasi akan digantikan dengan sistem elektronik otomatis. Teknologi baru ini disebut akan lebih canggih ketimbang sistem yang sudah diterapkan di bandara Australia sekarang.

Pemerintah Australia siap menguji teknologi anyar ini di Bandara Canberra pada Juli tahun ini, sebelum menerapkan teknologi pengenalan tersebut di bandara tersibuk di daratan Australia, yakni Bandara Sydney dan Bandara Melbourne pada November, dan seluruh bandara di Australia pada Maret 2019.

Baca Juga:  Peneliti Ciptakan Layar Smartphone yang Bisa ‘Sembuh’ Sendiri Setelah Retak

Namun, bagaimana sistem ini bekerja belum dapat dipastikan. Australian Departement of Immigration and Border Proctection juga belum mengetahui cara kerjanya. Kendati demikian, sistem ini memang didorong untuk menawarkan solusi inovatif bagi pengunjung untuk melakukan proses keimigrasian secara mandiri.


“Dengan sistem ini, pengunjung tak perlu lagi kerepotan mengurus masalah imigrasi. Berbekal teknologi biometrik, sistem yang disebut-sebut pertama di dunia ini, memungkinkan pengunjung beraktivitas seperti di bandara domestik, yang tak membutuhkan prosedur keimigrasian,” ungkap John Coyne, Head of Border Security di Australian Strategic Policy Institute, seperti dilansir dari The Telegraph.

Nantinya, teknologi biometrik yang digunakan juga berisi data seputar pengunjung tersebut, seperti informasi tiket, riwayat perjalanan, dan rekaman kriminal. Dengan demikian, sistem dapat mengenali pengunjung yang dianggap berbahaya maupun pengunjung biasa.

Dilansir dari Digital Trends, teknologi ini diterapkan untuk membuat wisatawan nyaman dan merasa efisien ketika berkunjung ke Australia. Otoritas Australia mengatakan, sistem biometrik untuk pengganti paspor hanya berlaku di bandara Australia saja. Saat turis kembali ke negara asal, maka paspor tentunya kembali dikeluarkan dalam pengecekan di bandara tujuan.

Baca Juga:  Deretan Mobil Masa Depan yang Dirancang dengan Teknologi Ciamik

Mengawal Keamanan Nasional dengan Teknologi Deteksi Wajah

Dalam mengawal keamanan nasional, kini teknologi deteksi wajah memang menjadi andalan baru bagi Pemerintah Australia. Dalam waktu singkat, teknologi ini dapat mencocokkan lebih dari 100 data biometrik wajah dalam database nasionalnya. Namun, sejumlah pakar mengingatkan ini merupakan teknologi yang menakutkan dan sangat invasif.

Teknologi ini memiliki kemampuan canggih yang dapat mencocokkan data biometrik wajah nasional dalam waktu singkat. Sehingga memungkinkan penegak hukum dan badan-badan keamanan dapat dengan cepat memindai hingga 100 juta gambar wajah yang ada di dalam database di seluruh Australia.

Gambar wajah tersebut bisa bersumber dari data SIM, foto paspor, atau kamera keamanan di pusat perbelanjaan lokal. Cara kerja teknologi ini didasarkan pada wajah masing-masing orang yang unik dan khas sama seperti sidik jari. Pemerintah Australia mengatakan, kemampuan ini telah dijelaskan oleh penilaian privasi independen dan akan membantu mengatasi penipuan identitas dan pencurian serta juga terorisme dan kejahatan terorganisasi.

Penasaran bagaimana bentuk pelaksanaan teknologi pengenalan wajah dan pemindai sidik jari di Bandara Australia? Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Baca Juga:  Telah Diciptakan, USB Untuk Diagnosa Virus HIV dalam 30 Menit