Opinion

Deretan Pekerjaan yang Tak Akan Lekang Karena “Serangan” Robot Berbekal Kecerdasan Buatan

[Foto: technoxprt.com]
Seiring perkembangan teknologi yang pesat, mendorong sejumlah perusahaan untuk memanfaatkan robot dengan kecerdasan buatan melakukan pekerjaan manusia. Bahkan para ahli dan analis memprediksi, sejumlah pekerjaan manusia akan digantikan robot dalam beberapa tahun ke depan.

Prediksi ini telah menjadi perhatian sejumlah petinggi perusahaan di dunia. Dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF), beberapa petinggi perusahaan menyebut pertumbuhan mesin akan menjadi penyebab manusia kehilangan pekerjaan.

Sebenarnya, gejala tersebut sudah terlihat saat ini. Kini, sejumlah perusahaan tengah gencar mengembangkan sistem otonomos yang didukung dengan machine learning, baik untuk robotika, kendaraan, juga 3D printer.

Meg Whitman, CEO Hewlett Packard Enterprise, mengatakan bahwa pekerjaan manusia akan menghilang. “Pekerjaan akan berubah. Dan perubahan ini akan bertahan lama, tidak mengenal kelas, dan memiliki dampak untuk semua orang,” katanya, seperti dikutip dari Reuters.

Hal senada juga diungkapkan oleh Satya Nadella, CEO Microsoft. Ia menuturkan, bahkan saat ini merupakan waktu bagi banyak orang untuk mencari karier alternatif. Meski demikian, sejumlah eksekutif menyebut hal ini tidak akan berlangsung dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Peneliti Lakukan Riset Tentang Kebahagiaan di Media Sosial, Bagaimana Hasilnya?

Sejumlah studi juga memprediksi, robot dan kecerdasan buatan akan segera mengambil alih pekerjaan manusia. Studi Universitas Oxford pada 2013 memperkirakan, setengah pekerjaan di Amerika Serikat terancam oleh keberadaan mesin.

Sementara itu, Forrester Research menghitung, seperempat pekerjaan akan digantikan dengan robot software, robot fisik, serta sistem otonomos setidaknya pada 2019. Sebagian besar pekerjaan akan digantikan dengan yang lebih baru pada 2025.

4 Pekerjaan yang Tetap Bertahan


Kendati demikian, nyatanya tidak semua pekerjaan manusia akan digantikan oleh robot berbekal kecerdasan buatan. Beberapa pekerjaan masih membutuhkan manusia sebagai pelakunya. Lantas, pekerjaan apa saja yang akan selamat dari serangan robot? Berikut ulasannya, sebagaimana dilansir dari CNBC.

Analis Data

Sebuah situs berbagi informasi pekerjaan, CareerCast, menjelaskan bahwa analis data adalah pekerjaan yang paling dicari di 2017. Kebutuhan akan analis data diperlukan di berbagai industri, mulai dari teknologi, perbankan, maskapai penerbangan, hingga manufaktur. Pekerjaan ini memang terbilang aman dari gempuran mesin, tetapi setidaknya dalam waktu dekat.

Bidang Keamanan Siber

Baca Juga:  Di Balik Pembelian LinkedIn Oleh Microsoft

Aaron Levie, CEO penyedia layanan penyimpanan awan Box, pernah menuturkan jika seseorang berencana untuk hidup dari bekerja di dunia teknologi, maka pilihlah keamanan siber. Saran itu bukanlah tanpa alasan. Mengingat setiap tahun ancaman serangan siber terus berkembang.

Terlebih, ancaman siber terkadang berasal dari peretas dan bukan dilakukan secara acak. Karena itu, kemampuan mesin untuk mendeteksi anomali sebuah tindakan perlu dibarengi dengan kehati-hatian operatornya. Dengan demikian, sistem keamanan yang lebih baik dapat terlaksana.

Desainer

Pekerjaan yang bersifat repetitif memang bisa digantikan oleh mesin. Namun, tidak demikian dengan pekerjaan yang melibatkan kreativitas. Salah satunya adalah desainer. Pekerjaan ini tidak banyak menggunakan pola atau bersifat baku, melainkan lebih mengandalkan rasa seni dari penciptanya.

Di sisi lain, sudah banyak perusahaan teknologi yang memanfaatkan desainer untuk produk-produknya. Dan tidak bisa dipungkiri, desain sebuah produk teknologi memang akan memengaruhi penggunanya. Karena itu, desainer produk juga telah menjadi bagian penting dari perusahaan teknologi.

Ahli Strategi

Walaupun sebuah mesin dengan kecerdasan buatan sudah menjadi bagian dalam pengambilan keputusan, nyatanya mayoritas eksekutif perusahaan lebih memilih manusia untuk melakukannya. Salah satunya adalah untuk penentuan penggunaan sistem otonomos.

Baca Juga:  Peneliti Kembangkan Kecerdasan Buatan yang Bisa Baca Pikiran Manusia

Berdasarkan laporan, tidak sedikit eksekutif perusahaan yang memilih manusia untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan. Terutama saat mesin sudah memiliki kontrol lebih. Oleh karena itu, pekerjaan untuk ahli strategi akan lebih banyak ke depannya.