News

Di Rusia Ada Lembaga Khusus untuk Propaganda di Social Media

[Foto: Getty Images / via cnn.com]

Di Indonesia pada masa pilpres 2014 lalu, kampanya di social media begitu gencar. Ada yang resmi dari akun pihak capres, dan banyak yang tidak resmi. Diyakini akun tidak resmi ini sebenarnya banyak juga yang dikendalikan oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan kedua capres.

Ini tidak terjadi di Indonesia saja. Di Rusia, hal ini juga terjadi. Bertempat di sebuah gedung yang beralamat di 55 Savushkina Street, ratusan orang bekerja siang malam meluncurkan propaganda untuk meningkatkan citra Vladimir Putin, presiden Rusia saat ini.

Fakta ini terungkap dalam wawancara The Guardian dengan dua orang mantan karyawan di instansi ini. Mereka berdua tadinya bertugas sebagai blogger yang menyebarkan propaganda menggunakan salah satu platform blogging terkenal, LiveJournal.com.

Setiap shift karyawan di instansi ini harus bekerja selama 12 jam. Setelah shift-nya habis, shift berikutnya sudah hadir, siap melanjutkan tugasnya.

Tugas dari masing-masing orang dalam “pasukan social media” ini adalah membuat dan mengurusi akun di social media. Mereka harus membuat akun-akun ini terlihat natural. Jadi tulisan tentang musik apa yang mereka suka, makanan apa yang menurut mereka enak, akan sering muncul di akun social media yang mereka urusi. Mereka bebas berkreasi untuk tulisan seperti ini.

Di antara tulisan-tulisan tersebut, mereka lalu menyelipkan tulisan – tulisan soal politik. Berbeda dengan tulisan “sehari-hari”, khusus untuk tulisan politik sudah ada instruksi khusus. Instruksi ini mereka terima setiap pagi. Isinya bisa berupa situasi politik di Kiev, pandangan politik presiden US – Obama, ataupun tentang Alexei Navalny yang disebut koruptor. Alexei Navalny adalah tokoh oposisi di Rusia.

Narablog yang diwawancarai The Guardian mengaku mendapatkan bayaran $790 setiap bulannya. Tidak ada kontrak khusus. Tapi wanita ini diingatkan untuk tidak membicarakan kegiatannya ini kepada saudara ataupun teman-temannya.

Narablog ini menggambarkan situasi kerjanya saat itu. Mereka bekerja di beberapa ruangan. Masing-masing ruangan berisi sekitar 20 orang. Di setiap ruangan ini ada 3 orang editor. Setiap tulisan yang akan dipublikasikan akan terlebih dahulu diulas oleh editor-editor ini. Jika ada tulisan yang “copy-paste”, maka akan dikoreksi. Begitu juga jika ada tulisan yang pandangan politiknya tidak sesuai dengan yang mereka mau.

Belum ada informasi jelas apakah ini satu-satunya instansi atau agency seperti ini. Informasi yang diketahui hanyalah aktifitas ini baru terungkap sejak sekitar 2 tahun lalu.

[Sumber: TheGuardian.com]

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID