News

Drone Pengantar Pasokan Darah di Rwanda Kini Resmi Beroperasi

[Foto: washingtonpost.com]
Pada bulan Mei 2016 lalu, Zipline menguji coba drone pengantar obat-obatan dan cadangan darah yang rencananya akan ditempatkan di Rwanda. Kini, perusahaan drone otonom yang berbasis di San Francisco ini akan mulai mengoperasikan drone tersebut untuk mengirimkan darah pada pada pasien yang membutuhkannya.

Dalam proyek kemanusiaan ini, Zipline telah bekerja sama dengan pemerintah Rwanda untuk melakukan 150 pengiriman setiap harinya ke 21 klinik transfusi darah di bagian barat negara tersebut. Presiden Rwanda, Paul Kagame, pada sebuah acara di Muhanga secara resmi meluncurkan satu drone untuk menandai dimulainya operasi layanan pengiriman drone ini.

Drone yang digunakan dalam layanan pengiriman ini adalah fixed-wing drone yang dapat secara otomatis terbang ke tempat tujuan. Setelah sampai di titik penerimaan, mereka akan menjatuhkan paket kecil yang diberi parasut sehingga drone tersebut tidak perlu susah-susah mendarat. Teknologi ini dipercaya dapat membuat proses pengiriman jauh lebih cepat dari pengiriman jalur darat.

Untuk sementara ini, layanan ini akan difokuskan untuk mengirim pasokan darah. Namun, direncanakan layanan ini akan diperluas dan mencakup obat-obatan, peralatan medis, dan vaksin. Setelah itu, direncanakan pada tahun 2017 rute penerbangan akan diperluas ke daerah selatan Rwanda. Diharapkan dalam tiga tahun ke depan pemerintah Rwanda dan Zipline dapat menyelamatkan jiwa ribuan warga dan memberikan pasokan medis pada 11 juta warga negara Rwanda yang membutuhkan. Zipline juga menjalin kerja sama dengan UPS dan GAVI untuk mengembangkan sistem pengiriman drone yang dapat mengirimkan vaksin dan obat-obatan lain.

CEO Zipline Keller Rinaudo menyatakan bahwa perusahaannya berharap dapat membawa programnya ini ke negara-negara di Afrika Timur. Selain itu juga, Zipline sudah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan layanan yang sama di Amerika Serikat pada tahun 2017 mendatang. Namun, Zipline bukanlah satu-satunya perusahaan yang memiliki rencana tersebut. Perusahaan lain seperti Matternet dan Flirtey juga kabarnya berambisi untuk meluncurkan layanan drone pengirim obat di Amerika.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID