News

Elon Musk Belum Menyerah Memperbaiki Sistem Autopilot Tesla

[Foto: teslamotors.com]
Tesla Motors bertekad untuk meningkatkan kinerja dan keamanan teknologi Autopilot-nya agar kecelakaan fatal seperti yang terjadi di Florida pada bulan Mei lalu tidak terulang kembali. Pada hari Minggu (11 September 2016) yang lalu, Elon Musk telah mengumumkan serangkaian update terbaru pada sistem Autopilot Tesla pada website resmi Tesla.

Elon Musk mengklaim bahwa pembaharuan ini merupakan sebuah peningkatan yang signifikan dan bekerja lebih baik untuk memastikan keamanan kendaraan dan penumpangnya. Kabarnya, pihak Tesla juga telah bekerja sama dengan National Highway Transportation Safety Administration (NHSTA)—sebuah dinas keamanan transportasi di Amerika Serikat—untuk menyusun dan meninjau kembali perubahan pada sistem autopilot ini.

Dalam pembaharuannya, sistem autopilot tersebut kini akan menggunakan radar sebagai sensor utamannya yang diharapkan akan lebih maksimal lagi dalam mendeteksi bahaya dan menghindari bahaya. Selain itu juga, radar tersebut dapat bekerja dengan baik dalam cuaca ekstrim sekalipun—meskipun terhalang oleh hujan, salju, maupun debu. Sistem ini juga dapat memantulkan radar pada kendaraan yang ada didepannya. Dengan begitu, ia dapat menghindari tabrakan berantai. Musk juga menjelaskan bahwa sistem tersebut kini dapat lebih efisien dan mencegah mobil menabrak hewan berbadan besar, seperti rusa besar. Meskipun belum tentu sistem ini bisa menghindari hewan yang lebih kecil seperti kijang.

“Banyak yang mengatakan pada saya, ‘[sistem autopilot] itu mustahil dilakukan’, ‘[sistem tesebut] tidak akan bekerja’, ‘tidak ada orang lain yang bisa membuatnya bekerja’, ‘software-nya terlalu susah’,” kata Musk. Namun dia tidak pernah berhenti mencoba. Dia menambahkan bahwa ia akan selalu berusaha untuk menguji coba dan membuktikan bahwa asumsi-asumsit tersebut tidaklah benar.

Musk mengingatkan bahwa sistem autopilot yang baru ini tidak menjamin penuh bahwa sistem autopilot ini benar-benar aman. Sebab, menurutnyan hal itu memang tidak bisa sepenuhnya dicapai. Oleh karenanya, pengemudi diminta untuk tetap siaga dan siap untuk mengambil alih kemudi ketika sedang menggunakan sistem autopilot ini. Jika pengemudi tidak mau memegang kemudi dan mengabaikan alarm, maka mobil tersebut akan menghentikan sistem autopilotnya. Sistem tersebut tidak dapat digunakan lagi hingga mobilnya dinyalakan kembali.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID