News

Elon Musk Bertekad Bangun Peradaban Baru di Mars

[Foto: theguardian.com]
Pernahkah Anda bermimpi untuk menjadi astronot, menjelajahi alam semesta, terbang ke bulan, atau mungkin tinggal di planet Mars seperti yang dilakukan Matt Damon dalam film The Martian? Memang terdengar mustahil, namun sebenarnya harapan-harapan tersebut nampaknya bisa segera terwujud.

Hari Rabu lalu (27 September 2016) pada sebuah konferensi di Meksiko, pendiri dan CEO SpaceX Elon Musk memperkenalkan sebuah Sistem Transportasi Antarplanet atau Interplanetary Transport System (ITS), yang akan menggabungkan sebuah roket dengan kapal luar angkasa yang dirancang untung menampung setidaknya 100 orang ke planet Mars pada setiap perjalanannya. Dia menargetkan bahwa pada tahun 2022 proyek ini sudah siap diluncurkan.

“Yang saya inginkan adalah membuat [perjalanan ke] Mars menjadi sebuah hal yang mungkin dilakukan—menjadikannya sesuatu yang dapat kita raih pada periode ini,” ujar Musk dalam pidatonya di The International Astronautical Congress in Guadalajara, Meksiko. Dia juga menjelaskan bahwa umat manusia kini dihadapi dengan dua kenyataan: tinggal di Bumi selamanya dan menghadapi kepunahan pada satu titik. Ia pun lalu mengajukan solusi terhadap masalah ini, yaitu memulai sebuah perjalanan koloni ke Mars dan memulai peradaban baru di sana.

Terdengar gila? Mungkin ya, mungkin tidak. Bagi saya, skenario yang dia katakan memang terdengar seperti sebuah adegan pada film fiksi ilmiah. Namun, melihat kondisi bumi sekarang—dengan beragam masalah lingkungan seperti pemanasan global dan punahnya berbagai flora dan fauna— rasanya tidak mustahil jika hal yang ditakutkan Musk ini benar-benar terjadi pada umat manusia.

Untuk mewujudkan hal ini, Musk menggunakan berbagai teknologi baru seperti: roket peluncur yang dapat digunakan berulang kali; tangki bahan bakar dari serat karbon; dan mesin bertenaga ultra. Tentu saja, kapal ini akan dilengkapi dengan “modul antarplanet” yang kira-kira sepanjang dua pesawat Boeing 747 dan dapat mengangkut 100 orang penumpang sekaligus. Pada saat orang-orang sudah sampai di Mars, para penumpang bisa tinggal di sana dan bahkan dapat bercocok tanam di dalam sebuah ruangan tertutup yang terkompresi. Mereka juga akan memiliki sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi lebih banyak bahan bakar roket untuk mengirim kapal luar angkasa tersebut kembali ke bumi.

Tertarik untuk menjadi orang pertama yang tinggal di Mars? Menurut perkiraan Musk, mereka akan mematok harga tiket keberangkatan per orang kira-kira sebesar $500 ribu (setara Rp 6,5 Milyar) untuk penerbangan pertama. Namun, penerbangan selanjutnya diperkirakan akan lebih murah dari harga perdana.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID