Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

Empat Refurbis Produk Teknologi yang Sebaiknya Dihindari

[Foto: Shutterstock]
Ingin memiliki produk elektronik atau gadget mewah, tapi ingin hemat? Beli saja produk refurbis! Mungkin itu saran dari sebagian orang, namun ada beberapa produk gadget dan elektronik yang sebaiknya tidak dibeli dalam keadaan refurbis.

Lalu apa sih yang dimaksud produk refurbis?

Produk refurbis adalah produk yang, untuk sejumlah alasan, tidak lagi memenuhi syarat untuk disebut sebagai barang baru. Dalam banyak kasus, produk refurbis adalah sesuatu yang sudah dibeli konsumen, dan kemudian dikembalikan ke toko atau produsen, mungkin karena cacat atau karena tidak memenuhi harapan. Namun, menurut survei di tahun 2011, hanya lima persen dari produk teknologi yang dikembalikan karena cacat. Jadi, lebih mungkin karena tidak memenuhi harapan pembeli.

Setelah kembali ke toko atau produsen, produk tersebut akan diperiksa dan, jika diperlukan, diperbaiki atau direkondisikan. Sejauh apa toko dan produsen melakukan perbaikan pada produk? Tentu saja bervariasi, tergantung pada produk itu sendiri dan siapa yang melakukan perbaikan: produsen atau toko.

Misalnya, produk refurbis Apple, selain iPhone, selalu nampak seperti baru. MacBook dan iPad, misalnya, mendapatkan baterai dan bodi baru, ditambah garansi satu tahun. Jadi, produk refurbis Apple selain iPhone cenderung aman untuk dibeli.

Baca Juga:  Samsung Dikabarkan Akan Luncurkan Ponsel Dengan Layar Tekuk Pada Awal 2017

Namun, jika Anda menemukan, katakanlah, iPhone 5 refurbis dengan harga sangat murah dari reseller pihak ketiga, kemungkinan besar iPhone itu memiliki baterai yang sama seperti ketika produk tersebut diproduksi. Dapat garansi tiga bulan saja sudah bagus. Jadi tentu saja, kita harus berhati-hati saat membeli produk teknologi refurbis.

Seperti dilansir dari MSNcom, Selasa, 18 April 2017, inilah daftar produk teknologi Anda mungkin tidak harus membeli diperbaharui, dan mengapa.

Hard Drive

Ada beberapa alasan untuk membeli barang refurbis, dan salah satu alasan terbesarnya adalah: jika barang tersebut dikembalikan karena bermasalah, dan kini masalahnya sudah diperbaiki, maka Anda berpotensi untuk mendapatkan produk yang telah bebas masalah, nyaris seperti baru, dengan harga miring.


Namun sayangnya, hal itu tidak berlaku untuk hard drive. Apakah hard drive tersebut dikembalikan karena cacat atau hanya karena pembelinya tak menyukainua, kenyataannya adalah bahwa hard drive itu telah digunakan. Tidak ada proses rekondisi yang bisa mengembalikan hard drive kepada kondisi baru. Lebih baik beli yang baru, karena risikonya Anda bisa kehilangan data-data Anda dengan membeli hard drive refurbis.

Baca Juga:  Ini Bukti Smartphone Telah Mengubah Manusia Jadi ‘Zombie’, Anda Termasuk?

Ponsel

Smartphone refurbis memang sangat menarik untuk dibeli. Apalagi harganya bisa jadi jauh lebih murah dibandingkan harga baru. Seperti laman Daily Steal ini misalnya, menawarkan iPhone 6 (64GB) refurbis seharga $269,99, sangat murah dibandingkan harga barunya yang mencapai $699,99. Memang menggiurkan bukan? Namun dengan harga itu, sudah bisa dipastikan Anda akan mendapat baterai yang sudah digunakan. Berapa lama baterai tersebut sudah digunakan, memang sulit diperkirakan. Namun yang perlu diingat, ketika membeli ponsel, Anda harus mendapatkan baterai baru.

Sayangnya, semua iPhone dan sebagian ponsel flagship Android memiliki baterai built-in yang tak bisa diganti. Jadi tak masuk akal jika Anda memutuskan untuk membeli ponsel refurbis, kecuali jika Anda dijamin akan mendapatkan baterai baru.

Bagaimana dengan tablet? Masalahnya masih pada baterai, tetapi karena baterai tablet jauh lebih besar, baterai yang sudah pernah digunakan nampaknya tak akan membawa masalah berarti.

Printer

Masalah utama dengan printer refurbis adalah, tinta atau toner kemungkinan sudah masuk ke dalam bagian dalam dari sistem printer. Jadi printer refurbis tidak seperti baru, dan lebih seperti printer bekas yang baru sebentar digunakan, bukan barang yang bisa direkondisikan ke kondisi baru. Seperti yang telah kita ketahui, tinta dan toner cenderung menggumpal, terutama jika printer menganggur untuk waktu yang lama.

Baca Juga:  Cara Menggunakan Background Lock Screen sebagai Wallpaper Desktop di Windows 10

Namun jika Anda bisa memastikan bahwa printer memang telah disertifikasi oleh produsen, dan Anda bisa mendapatkan tinta dan toner baru, maka printer refurbis tersebut mungkin layak beli, terutama jika harganya cukup murah.

Televisi

Meskipun membeli TV refurbis memungkinkan Anda menghemat banyak, namun hal tersebut tidak disarankan. Alasannya, garansinya pendek. Biasanya garansi TV refurbis hanya untuk 90 hari, dan belakangan ini, TV membutuhkan garansi yang lebih panjang, minimal satu tahun.

Selain itu, biasanya TV refurbis tidak mendapatkan treatment yang sama dengan laptop atau tablet refurbis, yang bisa dikondisikan menjadi seperti baru. Mungkin karena TV lebih besar dan berat, dan toko biasanya tidak terlalu memperhatikan kemasan TV refurbis sehingga bisa jadi produknya kurang terlindung.

Jika memang harganya bagus dan Anda bisa memeriksanya dan mengambilnya langsung di toko, Anda bisa melihat boks dan kinerja TV tersebut, maka bolehlah membeli TV refurbis. Pastikan Anda bisa mengembalikannya jika kondisinya rusak atau tak sesuai harapan.