News

Facebook Kini Miliki Fitur untuk Melamar Kerja dan Rekrutmen

[Gambar: techcrunch.com]
LinkedIn harus mulai waspada karena Facebook kini mulai terjun ke dalam bidang spesialisasinya. Ya, kini platform media sosial yang digawangi oleh Mark Zuckerberg itu memungkinkan perusahaan untuk memposting lowongan pekerjaan pada Page mereka. Menurut VP Periklanan dan Page Facebook Andrew Bosworth, sebelumnya memang sudah ada banyak perusahaan yang memposting lowongan pekerjaan pada Page Facebooknya, dan kini mereka memberikan fitur khusus untuk mempermudah proses rekrutmen dan pelamaran kerja tersebut.

Tab ‘Jobs’ akan ditambahkan di bawah tab ‘More’ pada aplikasi mobile Facebook. Selain itu, daftar lowongan pekerjaan juga bisa diakses pada alamat Facebook.com/jobs melalui desktop. Fitur ini dapat digunakan secara gratis, dan tidak ada batasan berapa kali sebuah Page dapat memposting lowongan pekerjaan.


Para pengguna Facebook juga bisa langsung melamar pekerjaan melalui akun Facebook tersebut. Berkas lamaran kerja akan diisi secara otomatis berdasarkan informasi Facebook pengguna. Tentu saja, informasi tersebut yang sudah terisi bisa disunting sesuai keperluan. Kemudian, berkas lamaran akan dikirimkan kepada perusahaan melalui Messenger. Facebook nampaknya ingin perusahaan dan calon karyawan akan menggunakan aplikasi Messenger untuk berkomunikasi.

Baca Juga:  Menyusul Samsung Galaxy Note 7, Kini Galaxy S7 Edge yang Terbakar Tiba-Tiba

Dalam pernyataannya kepada TechCrunch, Bosworth juga mempertanyakan “Bagaimana caranya agar membuat Facebook menjadi lebih berguna di kehidupan sehari-harimu?” Mereka akhirnya menyadari bahwa usaha kecil sering mengalami kesulitan dalam merekrut karyawan baru, dan kebanyakan orang terbuka terhadap peluang pekerjaaan yang lebih baik, memiliki upah lebih tinggi, meskipun mereka nampak puas dengan pekerjaan yang sekarang. Diharapkan dengan fitur ini, proses rekrutmen dan pelamaran kerja bisa menjadi lebih mudah dan praktis untuk dilakukan.

Fitur ini akan segera diluncurkan bagi pengguna di Amerika Serikat dan Kanada. Sejauh ini belum ada informasi mengenai kapan fitur ini akan diluncurkan di wilayah lain, seperti Asia.