News

Facebook Sedang Gencar Mengurangi Konten Clickbait

[Foto: thedrum.com]
Facebook perlahan-lahan terus memperbaiki diri demi menjadi media sosial yang nyaman digunakan bagi para penggunanya. Baru-baru ini, Facebook berencana akan melakukan perubahan pada algoritma lini masa, yang bertujuan untuk mengurangi konten clickbait di berandanya.

Sebagai informasi, clickbait merupakan konten online dengan judul penuh sensasi yang membuat pembaca merasa tertipu setelah membaca seluruh artikel.

Melansir dari laman The Verge, Facebook mengatakan bahwa kini mereka akan menargetkan clickbait berdasarkan konten, bukan berdasarkan Page. Sama seperti sebelumnya, Facebook menentukan apakah sebuah konten clickbait berdasarkan 2 hal, yaitu apakah judul melebih-lebihkan informasi atau menyembunyikan informasi.

“Orang-orang mengatakan, mereka tidak suka dengan konten yang menyesatkan, sensasional atau seperti spam,” tulis Arun Babu, Annie Liu dan Jordan Zhang, teknisi Facebook, dalam sebuah blog post. “Termasuk judul clickbait yang didesain untuk menarik perhatian dan meningkatkan pengunjung dengan meng-klik sebuah situs,” tambah mereka.

Dalam usaha untuk membuat komunitas yang cerdas, mereka mengatakan akan terus berusaha untuk menentukan konten seperti apa yang memiliki judul clickbait, sehingga mereka bisa mengurangi jumlahnya. Selain itu, Facebook juga akan mulai mengurangi konten clickbait yang menggunakan bahasa selain bahasa Inggris.

Baca Juga:  Empat Cara Tingkatkan Peluang Bisnis Dengan E-Mail

Facebook mengatakan, cara baru mereka ini lebih baik karena mereka melihat kriteria clickbait secara terpisah dan bukannya menentukan apakah sebuah Page atau sebuah konten merupakan clickbait dari akumulasi berbagai faktor.


Mereka menambahkan, sebagian besar Page tidak melakukan hal ini. Karena itu, trafik mereka seharusnya tidak berkurang. Namun, Page yang menggunakan taktik clickbait akan melihat adanya penurunan trafik.

Langkah ini sama seperti yang mereka lakukan tahun lalu. Keputusan ini merupakan bagian dari usaha Facebook untuk membersihkan media sosial mereka, terutama sesudah maraknya berita palsu dan spam dalam pemilu AS tahun lalu.

Ada protes dari pengguna

Pada 2014, Facebook memulai usaha untuk meminimalisir keberadaan clickbait di berandanya. Meski demikian, tetap ada pengguna Facebook yang protes bahwa masih ada clickbait di beranda mereka. Karena itulah, Facebook mengatakan, mereka akan mengubah algoritma yang digunakan untuk memilih konten yang muncul pada beranda pengguna.

Setelah itu, Facebook melakukan perubahan yang bertujuan untuk mengurangi tersebarnya berita yang menipu pembaca, atau judul berita yang secara sengaja membuat orang penasaran dengan tidak memberitahukan informasi yang ada.

Baca Juga:  Huawei Tuntut Samsung Karena Tuduhan Pelanggaran Paten

Facebook memulai perubahan ini dengan membiarkan para pekerjanya menganalisa “puluhan ribu” judul yang ada. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen pada konten clickbait. Alhasil, mereka menemukan ada dua karakteristik pada judul yang dianggap sebagai clickbait.

Pertama, judul yang membuat orang penasaran seperti “Anda tidak akan percaya orang ini terpeleset dan jatuh di karpet merah”. Lalu, kategori kedua adalah judul yang menipu seperti “Apel itu tidak baik untuk tubuh”, meski di dalam artikel, tertulis apel menjadi dampak buruk jika seseorang memakan beberapa apel dalam satu hari.

Jika algoritma Facebook mengenali sebuah judul sebagai clickbait, maka ia akan membatasi jangkauan dari artikel itu sendiri. Dan kemungkinan, pembaca bisa dijangkau oleh media yang membuat konten tersebut.

“Jika Anda adalah seorang publisher atau jika Anda adalah pengumpul konten dan Anda mengunggah 50 konten per hari dan 48 di antaranya adalah clickbait, Anda akan melihat adanya penurunan signifikan terkait trafik dan pembaca yang dijangkau,” kata Adam Mosseri, Vice President of Product Management for News Feed, seperti dilansir dari laman The Verge.

Baca Juga:  Smartphone Android Terbaru Nokia Bakal Dirilis 2017

Itu artinya, Mosseri menjelaskan, perubahan dalam algoritma ini membuat publisher harus bisa membuat judul yang penuh informasi, jika mereka ingin kontennya tampil di beranda Facebook.