News

FBI Tangkap Peretas Rusia yang Diduga Terkait Kasus Peretasan Akbar LinkedIn Pada Tahun 2012

[Gambar: cnn.com]
Masih ingat dengan kasus peretasan server LinkedIn pada tahun 2012 lalu? Dalam insiden berskala besar itu, diperkirakan hampir 167 juta informasi pengguna LinkedIn berhasil dicuri dan diperjualbelikan di deep web oleh peretas tersebut. Kini, penyelidikan oleh pihak yang berwenang terhadap kasus ini nampaknya telah membuahkan hasil. FBI yang bekerja sama dengan kepolisian Republik Ceko telah menangkap seorang pria Rusia yang diduga merupakan pelaku peretasan LinkedIn yang terjadi empat tahun lalu.

Menurut laporan dari The New York Times, tersangka ditangkap pada sebuah pengepungan di sebuah hotel di Praha pada tanggal 5 Oktober lalu. Tersangka tidak melakukan perlawanan dalam penangkapan tersebut. Setelah penangkapan, tersangka dikabarkan ambruk lalu langsung dibawa ke rumah sakit. Juru bicara dari kepolisian lokal, David Schön, menyatakan bahwa nama tersangka tidak akan langsung diumumkan karena alasan tertentu. Namun, berdasarkan video penangkapan yang beredar, disinyalir pria itu bernama “Yevgeniy N.”

Pengadilan Praha memutuskan untuk tetap menahan pria tersebut dan masih mempertimbangkan apakah pria ini akan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk diadili. Di lain pihak, kedutaan besar Rusia di Ceko mendesak pemerintah Ceko untuk membebaskan pria tersebut dan mengembalikannya ke tangan Rusia.

Baca Juga:  Jangan Biarkan Konsumen Hanya Mengikuti Anda di Media Sosial

Penangkapan peretas Rusia tersebut memunculkan banyak spekulasi dari berbagai pihak, seperti: apakah pria yang tertangkap ini ada sangkut pautnya dengan peretasan yang terjadi di lembaga-lembaga pemerintahan Amerika Serikat, seperti Komite Demoktrat Nasional (Democratic National Committee)—yang diduga merupakan hasil kerja para petinggi Moskow? Menanggapi hal ini, sebuah sumber dari pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa pria ini tidak ada hubungannya dengan peretasan yang dimaksud, “Pria ini ditangkap karena sebuah tindakan kriminal yang berada di luar ranah politik Amerika Serikat.”