News

Fenomena Smartphone Zombie dengan Cara Jalan Aneh Menjadi Potensi Bahaya Baru di Jalanan

[Foto: Shutterstock]
Anda tentu pernah melihat orang-orang yang berjalan sambil menatap layar smartphone mereka, dan menyadari bahwa cara mereka berjalan agak konyol. Cara berjalan semacam itu adalah sesuatu yang akan terjadi secara alami jika Anda berjalan saat browsing di smartphone Anda, menurut sebuah penelitian.

Para ilmuwan di Anglia Ruskin University menempatkan mobile eye tracker dan motion analysis sensors pada peserta yang berjalan dan melewati berbagai “rintangan” yang biasa dihadapi para pejalan kaki, seperti trotoar, saat menulis atau membaca teks atau berbicara di telepon.

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana penggunaan ponsel mempengaruhi bagaimana orang melihat dan menyadari lingkungan sekitarnya (perilaku pencarian visual) dan bagaimana mereka mengatasi berbagai hambatan yang ditempatkan di sepanjang jalur jalan kaki mereka.

Sementara mereka memakai mobile eye tracker (untuk merekam pandangan mata mereka) dan motion analysis sensor (untuk merekam bagaimana cara mereka berjalan), peserta berjalan menuju dan kemudian melangkah melewati objek yang ditempatkan lantai, yang memiliki ketinggian yang sama dengan trotoar di pinggir jalan, sementara mereka menulis dan membaca teks, berbicara di ponsel. Mereka juga direkam ketika berjalan tanpa menggunakan smartphone.

Para ilmuwan menemukan bahwa ketika menggunakan telepon, terlepas dari bagaimana penggunaannya, orang lebih jarang melihat dan memperhatikan hambatan dan obyek yang ada di jalur mereka. Dalam penelitian ini, jumlah relatif waktu yang dihabiskan untuk melihat obyek-obyek tersebut berkurang hingga 61 persen.

Baca Juga:  Ilmuwan Ciptakan Terobosan Sel Darah Buatan

Pada saat bersamaan, pengguna ponsel juga menggunakan strategi “melangkah dengan hati-hati yang berlebihan,” yang melibatkan mereka mengangkat kaki lebih tinggi ketika berjalan, dan berjalan dengan lebih lambat ketika berusaha untuk menghindari obyek-obyek di jalur mereka, untuk mengurangi risiko tersandung.

Kecenderungan ini paling banyak diamati pada pengguna yang menulis teks pada ponsel.

“Kami menemukan bahwa menggunakan telepon berarti kita lebih sedikit melihat dan memperhatikan jalanan, tapi kita menyesuaikan perilaku pencarian visual dan gaya berjalan kita sehingga kita dapat menghindari hambatan statis dengan cara yang aman,” kata Dr Matthew Timmis, penulis utama dan dosen senior di Sport and Exercise Science. “Hal ini mengakibatkan pengguna smartphone mengadopsi tindakan melangkah lambat dan berlebihan.”

Kecelakaan cenderung terjadi ketika ada benda-benda yang tiba-tiba muncul ketika pengguna smartphone tidak sadar, misalnya pejalan kaki atau kendaraan yang muncul di tikungan.

Smombiessmartphone zombies—menjadi fenomena yang membahayakan di jalanan kota-kota di seluruh dunia. Mereka adalah pejalan kaki yang berjalan pelan dan tanpa memperhatikan sekitarnya karena mereka fokus pada smartphone mereka. Mereka kini menjadi bahaya keamanan yang signifikan karena pejalan kaki yang terganggu dan potensi menyebabkan kecelakaan. Kota-kota seperti Chongqing dan Antwerp telah mengadakan jalur khusus di jalan bagi pengguna smartphone untuk mengarahkan dan mengelola mereka, dan memperkecil risiko kecelakaan.

Baca Juga:  Ilmuwan Kembangkan Vaksin Psikologi untuk Melawan Berita Hoax

Sementara itu, berbagai upaya telah dilakukan agar mereka tetap aman, termasuk memasang lampu lalu lintas untuk memberi tahu pengguna smartphone saat mereka diperbolehkan untuk menyeberang, termasuk menguji jalur terpisah untuk pengguna telepon dan non-telepon di Belgia, China, Thailand, dan WashingtonTahun lalu, sebuah proposal dibuat di New Jersey untuk mengenakan denda kepada para smombie yang bermain smartphone saat berjalan kaki.