Opinion

Fenomena Turun Salju di Gurun Sahara, Ini Dugaan Penyebabnya

[Foto: cnn.com]
Saat berbicara tentang gurun dan salju, dua hal tersebut tampaknya kecil kemungkinan akan saling bertemu. Namun, jika kawasan yang biasanya gersang dan panas tiba-tiba diselimuti salju, maka bisa dibilang itu adalah sebuah fenomena.

Seperti yang terjadi di Gurun Sahara baru-baru ini. Gurun Sahara dikenal dengan padang pasir luas yang begitu gersang dengan suhu rata-rata 50 derajat celcius. Namun, ada sebuah fenomena langka dimana gurun tertutup salju.

Ya, sejak beberapa hari lalu, gurun yang terletak di Afrika Utara ini memiliki pemandangan luar biasa menakjubkan, yakni diselimuti salju. Bukan sekadar salju tipis, namun bisa menutupi hampir seluruh permukaan gurun yang terkenal panas dan menyengat itu.

Hamparan salju berwarna putih terlihat menutupi bukit di sekitar Ain Sefra, Aljazair pada Senin, 19 Desember lalu. Dilansir dari CNN, fenomena ini bukan yang pertama kalinya. Karena salju memang pernah turun di Gurun Sahara pada 37 tahun yang lalu, atau tepatnya pada 1979.

Selama satu pekan terakhir, salju turun di Gurun Sahara dan membuat banyak orang terpana. Foto-foto salju yang turun di padang pasir panas itu diabadikan oleh seorang fotografer amatir Aljazair bernama Karim Bouchetata. Salju bertahan selama satu hari dan kini mulai menampakkan hanya sisa-sisa gundukan berwarna putih.

Baca Juga:  Hal Pertama yang Dilakukan untuk Membangun Startup yang Sustain dan Profitable

Dalam foto-foto yang terekam oleh kamera milik Bouchetata, terlihat kombinasi luar biasa pasir merah Sahara yang ditutupi putihnya salju.”Semua orang tertegun saat melihat salju turun di gurun pasir. Ini merupakan peristiwa yang sangat langka,” kata Bouchetata, seperti dilansir dari Telegraph.


“Terlihat sangat luar biasa melihat salju menutupi pasir. Salju itu berada di sana selama sehari dan kini sudah mencair,” tambah Bouchetata.

Selain itu, fenomena langka ini juga tertangkap oleh satelit NASA Landsat 7 melalui ketinggian bermil-mil jauhnya pada 19 Desember. Satelit ini berhasil mengambil gambar menggunakan teknologi Enhanced Thematic Mapper Plus.

Dugaan Penyebab Turunnya Salju di Gurun Sahara

Dilansir dari Snopes, ada beberapa hal yang menyebabkan salah satu daerah terpanas dan terkering di dunia itu dituruni salju. Pembekuan suhu mungkin terjadi secara tidak biasa di wilayah tersebut. Selama ini, Ain Sefra menjadi persimpangan antara sebuah gurun dan Pegunungan Atlas.

Sementara, suhu sangat panas di musim panas dan beku pada Desember hingga Januari. Termasuk walaupun gurun menjadi tempat yang sangat kering dan panas, bukan berarti salju karena cuaca sangat dingin tidak dapat terjadi dalam jangka waktu yang tidak pasti.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Mengapa Kembang Api Menghasilkan Warna-Warni Ceria

Melihat sejarahnya, salju turun di kawasan ini terakhir kali pada 1979. Itu pun ketika sebuah badai singkat menerjang kota tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai “The Gateway to Desert”.

“Pada 18 Februari 1979, di dataran rendah Gurun Sahara untuk kali pertama tercatat adanya salju. Salju turun di wilayah selatan Aljazair, dengan sebuah badai salju selama setengah jam menghentikan lalu lintas di sana,” demikian pernyataan dalam artikel di laman Live Science.

Ain Sefra, kota yang disebut sebagai “Gerbang ke Gurun Pasir” itu, terletak di ketinggian 1.078 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi Pegunungan Atlas.

Sahara adalah gurun terluas di dunia yang mencapai 9 juta kilometer persegi dan melingkupi seluruh Afrika Utara. Bukan hanya dikenal sebagai salah satu kawasan paling kering di dunia, Sahara juga adalah tempat paling panas di bumi. Di puncak musim panas, suhu udara di Gurun Sahara bisa mencapai lebih dari 50 derajat celsius.