News

Go-Jek akan Meluncurkan Layanan Go-Car, Bekerjasama dengan Taksi Konvensional

[Foto: Tommy Wahyu Utomo | flickr.com]
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah mengungkapkan pada media Suara Pembaruan bahwa CEO Go-Jek Nadiem Makarim sudah menemuinya untuk menanyakan proses pembentukan Go-Car. Layanan baru dari PT Go-Jek Indonesia ini merupakan layanan transportasi menggunakan angkutan mobil. Namun berbeda dengan Uber dan GrabCar, Go-Car akan menggandeng perusahaan taksi resmi.

Lalu bagaimana dengan tanggapan Organda atas rencana ini? Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) Adrianto Djokosoetono menyatakan pada media BeritaSatu bahwa mereka menyambut baik rencana ini dan siap jika diajak berdiskusi. Menurut Adrianto ini adalah salah satu bentuk kepatuhan perusahaan teknologi terhadap hukum yang berlaku.

Nadiem sendiri menolak berkomentar banyak ketika ditanyakan perihal rencana peluncuran Go-Car ini.

Menggandeng Taksi Blue Bird?

Pada demo besar-besaran sopir taksi yang mengecam Uber dan GrabCar beberapa waktu lalu, pengemudi taksi Express juga tidak ikut ketinggalan. Walaupun sebenarnya banyak pengemudi taksi Express yang juga menggunakan aplikasi GrabTaxi.

Karena taksi Express sudah dikenal dapat dijangkau dengan aplikasi GrabTaxi, apakah berarti kali ini yang digandeng Go-Jek adalah taksi Blue Bird? Mari kita lihat setelah peluncuran resmi Go-Car nanti.

[UPDATE] Go-Jek sudah meluncurkan layanan Go-Car pada 20 April 2016 lalu bersamaan dengan pembaruan aplikasinya. Tapi ternyata Go-Car tidaklah bekerjasama dengan taksi konvensional. Mereka justru menerapkan layanan yang persis sama dengan Uber, alias menggunakan layanan transportasi mobil pribadi.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID