News

Go-Jek Akuisisi Loket dan Sejumlah Perusahaan Teknologi di India

Gojek akuisisi loket
Gojek akuisisi Loket [Foto: Shutterstock/findracadabra]
Platform transportasi ojek on-demand Go-Jek telah mengakuisisi Loket, sebuah platform manajemen event dan ticketing yang cukup terkemuka di Indonesia.

Rincian keuangan akuisisi tersebut memang tidak diungkapkan. Namun, Go-Jek telah mengungkapkan bahwa, pasca akuisisi, manajemen dan operasi Loket akan tetap independen.

Berbicara tentang akuisisi, CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, “Kami melihat Loket sebagai perusahaan yang terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam bisnisnya menangani berbagai acara dan kebutuhan hiburan. Kolaborasi ini pada akhirnya dapat memberikan berbagai layanan yang dapat membantu para promotor memecahkan masalah utama sebuah acara; Misalnya, distribusi tiket, manajemen penonton, dan penyediaan hiburan inovatif. Promotor kemudian akan bisa merasakan dampaknya karena meningkatnya kepuasan penonton.”

Go-Tix, salah satu subsidiari Go-Jek, adalah platform mobile-ticketing untuk hiburan dan tiket bioskop dan penyedia informasi acara mulai dari musik, olah raga, seni dan budaya, atraksi, wisata Indonesia hingga lokakarya di Indonesia. Pasca akuisisi, Loket akan dapat memanfaatkan berbagai penawaran dari Go-Tix. Go-Tix saat ini menawarkan lebih dari 250 event dan menjalin hubungan dengan dua jaringan bioskop nasional, CGV dan Cinemaxx.

Baca Juga:  Google Brain Ciptakan Teknologi Untuk Perbaiki Kualitas Citra Beresolusi Rendah

“Dengan kemitraan ini, kami dapat memberi manfaat lebih baik kepada mitra kami dengan mendukung lebih banyak acara dari semua ukuran yang mencakup acara musik live, festival, atraksi, lokakarya, seminar dan film,” kata CEO dan pendiri Loket Edy Sulistyo.

Didirikan pada tahun 2013, Loket memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, menemukan dan menghadiri acara seperti festival musik, maraton, konferensi, hackathons, kontes gitar udara, demonstrasi politik, penggalangan dana, kompetisi game, dll. Sesuai pernyataan perusahaan, Loket mengklaim memiliki Memungkinkan lebih dari 80 persen acara musik berskala besar di Indonesia sejak awal.

Dimulai pada tahun 2010 sebagai perusahaan teknologi transportasi roda dua, Go-Jek telah menjadi platform dan aplikasi mobile on-demand terdepan di Indonesia. Go-Jek sekarang merupakan penyedia layanan berbasis aplikasi dan on-demand untuk berbagai layanan, mulai transportasi, logistik, pembayaran, pengiriman makanan, salon dan kecantikan, dan banyak lagi. Sesuai pernyataan perusahaan, pihaknya menghubungkan lebih dari 300 ribu ojek dan supir mobil, 100.000 penjual makanan, dan sekitar 7.000 layanan lainnya. Saat ini perusahaan tersebut telah beroperasi di 35 kota di Indonesia.

Baca Juga:  Airbus Targetkan Akan Uji Coba 'Taksi Terbang' Pada Akhir 2017

Pada bulan Februari 2016, Go-Jek mengakuisisi dua startup India: C42 Engineering and CodeIgnition. Kesepakatan itu dibuat dengan tujuan Go-Jek untuk mendirikan pusat Litbang di Bengaluru, India, di mana mereka merencanakan untuk merekrut lebih dari 100 insinyur senior dalam enam bulan ke depan. Kemudian pada bulan September 2016, Go-Jek mengakuisisi healthcare marketplace yang berbasis di Bengaluru, Pianta, untuk jumlah yang tidak diungkapkan. Pembelian tersebut diikuti oleh akuisisi pengembang aplikasi mobile yang berbasis di Mumbai, Leftshift.

Baru-baru ini di bulan Juli, unicorn asal Indonesia itu telah menghasilkan $1,2 miliar dalam putaran pendanaan terakhir yang dipimpin oleh perusahaan Internet Tencent di China. Setelah melakukan investasi tersebut, Go-Jek secara keseluruhan dihargai $3 trilyun.

Dengan akuisisi platform tiket Loket, Go-Jek akan mencari solusi teknologi yang lebih baik dan inovatif untuk distribusi tiket, crowd control, customer insight, audience engagement, dan pembayaran tanpa uang (cashless payment) untuk meningkatkan transaksi “in-venue” di Indonesia.