News

Google dan Facebook Bekerja Sama Dengan Media Perancis untuk Perangi Berita Palsu

[Gambar: firstdraftnews.com]
Penyebaran berita palsu merupakan sebuah isu penting yang semakin marak terjadi terutama di era digital seperti sekarang ini. Dengan banyaknya informasi yang beredar di internet dan kemudahan untuk mengakses informasi tersebut, penyebaran berita palsu atau hoax akan jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Banyak orang yang menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan dari internet tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Facebook dan Google merupakan sebagian dari platform daring yang bisa dibilang berperan besar dalam penyebaran berita palsu. Untuk menanggulangi masalah ini, keduanya dilaporkan telah bermitra dengan berbagai organisasi berita guna meluncurkan sebuah tool pemeriksa fakta menjelang pemilu presiden di Perancis. Tool yang dinamakan CrossCheck ini dipimpin oleh First Draft News, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mengembangkan tools dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas praktik ethical sourcing (red. pengawasan terhadap sumber berita), verifikasi dan pelaporan berita yang muncul di internet.


“Setiap organisasi berita yang berpartisipasi akan memberikan kontribusi berdasarkan pengalaman, sumber daya dan pengetahuan regional mereka sendiri untuk mempercepat dan memperkuat proses verifikasi, dan untuk memastikan bahwa seluruh warga Perancis dan di luar negeri bisa mendapatkan laporan yang akurat,” tulis organisasi non-profit tersebut dalam situs resminya. Beberapa organisasi media yang turut berpartisipasi dalam proyek ini di antaranya adalah: AFP (Agence France-Presse), BuzzFeed News, France Médias Monde (via les Observateurs de France 24), France Télévisions, Global Voices, Libération, La Provence, dan lain-lain.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Terbaik Untuk Memasarkan Brand Anda Dengan Cepat

Berikut ini adalah cara kerja dari layanan CrossCheck:

  • Pengguna diberikan akses untuk melaporkan informasi yang mereka anggap palsu atau tidak benar
  • Tautan yang dilaporkan akan dikumpulkan pada sebuah portal yang dapat diakses oleh organisasi berita
  • Laporan tersebut kemudia akan diperiksa kebenarannya
  • Jika dua mitra media menyatakan bahwa berita tersebut palsu, maka berita tersebut akan diberi tanda flag atau bendera
  • Jika pengguna ingin membagikan konten tersebut, maka akan muncul kotak yang berisi peringatan ‘berita palsu’.