News

Google dan Levi’s Bekerjasama Ciptakan Jaket Pintar Berteknologi Tinggi

[Foto: Google]
Sekarang ini, embel-embel “pintar” telah banyak sekali disematkan benda-benda yang biasa kita lihat dan pakai sehari-hari, mulai dari jam tangan, perlengkapan dapur, furnitur, hingga ke pakaian. Sesuai dengan pengumumannya tahun lalu, Google akhirnya benar-benar ikut meramaikan pasar barang-barang “pintar” berteknologi tinggi dengan membuat sebuah pakaian yang disebut jaket pintar.

Jaket jins pintar ini khusus dibuat untuk pengendara yang ingin melihat dan memperbaharui peta, atau mengganti-ganti musik yang tengah didengarkan di Spotify saat berkendara, hanya dengan sentuhan dan sapuan di bagian lengan jaket.

Jaket pintar atau smart jacket tersebut merupakan produksi aparel ternama, Levi’s. Jaket yang dinamai Levi’s® Commuter™ Trucker Jacket ini menggunakan platform tekstil pintar buatan Google dan Levi’s yang dinamai “Project Jacquard.” Jaket pintar tersebut telah dipamerkan baru-baru ini di gelaran SXSW. Namun jika Anda melihat seseorang memakainya, bahkan di festival tersebut, kemungkinan Anda tak akan menyadari bahwa itu adalah jaket pintar.

Jaket pintar Levi’s ini sama sekali tidak tampak seperti gadget atau produk teknologi. Dalam sebuah diskusi panel di SXSW, kepala teknisi Google Ivan Poupyrev menyebutkan bahwa desain awal dari pakaian pintar Google sebenarnya memiliki semacam layar display. Namun wakil presiden inovasi global dari Levi’s Paul Dillinger menentang ide tersebut dan bersikeras agar teknologinya bisa disembunyikan di dalam bagian jaket yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga:  Layanan Android Play Telah Mendarat di Negeri Sakura

Hasilnya, jaket pintar Google akhirnya memiliki sebuah layar sentuh yang tersembunyi di dalam lapisan kain, yang memungkinkan pemakainya mengontrol berbagai fungsi pintarnya layaknya menggunakan sebuah smartphone. Jika pengguna menyentuh bagian sensitif dari jaket yang berada di dekat pergelangan tangan, mereka bisa memutar lagu, melihat Google Map, menjawab panggilan telefon di smartphone, dan sebagainya. Sebuah perangkat USB kecil disambungkan pada jaket dan bisa dilepas, sehingga jaketnya bisa dicuci.

[Foto: Google]
Menurut keterangan Google di situs resminya, Project Jacquard memungkinkan mereka untuk menyatukan sentuhan dan gestur interaktif dengan tekstil jenis apapun menggunakan mesin tenun standar yang biasa. Obyek sehari-hari seperti pakaian dan furnitur bisa disulap menjadi permukaan interaktif.

Lihat video berikut untuk menyaksikan proses pembuatan Jaket Pintar Google dan Levi’s ini, juga cara kerjanya di video berikut ini.

Konsep jaket pintar dengan pusat kendali di pergelangan tangan memang menarik, dengan segala fitur dan teknologinya, namun beberapa pihak mempertanyakan kegunaannya. Kebanyakan fitur yang ada di jaket pintar sudah ada pada smartwatch, yang juga dipakai di pergelangan tangan. Ditambah lagi, kemungkinan seseorang tak akan memakai jaket setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu. Namun menurut ulasan dari beberapa penyuka teknologi, mereka cukup menyukai jaket canggih tersebut.

Baca Juga:  Sempat Tertunda, Akhirnya Smartwatch Braille Ini Diluncurkan Juga

Nick Statt dari The Verge mengungkapkan dia cukup menyukai Smart Jacket. Selain karena modelnya keren dan nyaman dipakai setiap hari, dia merasa jaket tersebut adalah produk wearable tech yang sesungguhnya.

Jaket pintar tersebut dibanderol seharga $350 atau setara dengan Rp4,6 jutaan.