News

Google Menang atas Gugatan Oracle Soal Tuduhan Pelanggaran Lisensi Java di Android

Sejak Agustus 2010 Oracle sudah mengajukan gugatan terhadap Google ke pengadilan. Menurut Oracle (sebagai pemilik hak paten bahasa pemrograman Java), Google telah melakukan pelanggaran dengan menggunakan 37 API Java di Android tanpa lisensi dari Oracle. Setelah proses penyidikan dan pengadilan yang panjang, akhirnya pada 27 Mei ini, pengadilan memutuskan jika Google dinyatakan tidak bersalah. Penggunaan API Java oleh Google dianggap masih dalam penggunaan yang wajar (fair usage). Oracle memutuskan untuk mengajukan banding.

Google sebenarnya sempat mendapatkan angin segar pada Mei 2012 ketika hakim Judge William Alsup menyatakan jika API (Application Programming Interface) tidak bisa mendapatkan hak cipta. Selain itu sang hakim juga menyatakan jika Google tidak melanggar hak paten Oracle. Tetapi Oracle mengajukan banding. Akhirnya di tahun 2014 pengadilan banding memutuskan setuju dengan Oracle, API bisa mendapatkan hak cipta.

Java

Java adalah salah satu bahasa pemrograman yang populer di kalangan dunia enterprise. Bahasa ini dikembangkan di perusahaan yang bernama Sun Microsystems. Sun Microsystem terkenal sebagai perusahaan yang sangat mendukung gerakan open source. Tidak seperti saat ini, di masa lalu gerakan open-source masih sering dianggap sebagai ancaman bagi bisnis IT raksasa. Microsoft dan Oracle seringkali dianggap cukup sengit “memusuhi” gerakan-gerakan open source.

Dengan posisi Sun Microsystems yang pro open source, tidak heran jika mereka pun membuat spesifikasi dan kode Java Standard Edition menjadi terbuka, istilahnya OpenJDK. Karena itu tidak heran ada beberapa versi Java yang open source, contohnya GNU Classpath, Apache Harmony, IcedTead, gcj, dll.

Pada Januari 2010, Sun Microsystems akhirnya diakuisisi oleh Oracle -sebuah tindakan yang sangat disayangkan banyak pendukung gerakan open-source. Akibat akuisisi ini banyak penggerak open source di Sun Microsystems meninggalkan perusahaan ini.

Android

Android dibangun sejak tahun 2003 oleh Andy Rubin bersama beberapa rekannya. Di tahun 2005 Google membeli Android. Ketika Google meluncurkan platform Android pada tahun 2007 mereka menyatakan jika ada beberapa teknologi Java yang digunakan di dalamnya. Teknologi Java yang digunakan di Android ini berbasis pada versi open source Java yang bernama Apache Harmony. Teknologi ini diimplementasikan Google menjadi Dalvik (process virtual machine, mirip JVM dari Java). Belakangan Dalvik diganti menjadi ART (Android Run Time).

Sikap Oracle

CEO Sun Microsystems (sebelum diakuisisi Oracle) Jonathan Schwartz menyambut baik langkah Google yang memutuskan menggunakan teknologi Java untuk pengembangan platform Android. CEO Oracle Larry Ellison pun pada awalnya menyambut baik langkah Google ini. Pasca akuisisi Sun Microsystems, Oracle juga sedang mengembangkan platform ponsel yang berbasis Java.

Namun belakangan Oracle berpendapat jika Google seharusnya meminta ijin lisensi pada mereka untuk menggunakan API Java di Android. Tentunya lisensi ini tidak gratis, nilainya jutaan dollar menurut Oracle. Sementara itu Google berpendapat lisensi tidak diperlukan, karena mereka hanya menggunakan API Java sesuai dengan porsinya, seperti umumnya diterapkan pada proyek open source.

Pengadilan pun setuju. Google dinyatakan menang di pengadilan. Kita lihat saja apakah “drama” ini masih akan berlanjut. Siapa tahu pengajuan banding Oracle akhirnya dimenangkan oleh pengadilan seperti tahun 2014 silam.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID