Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

Gunakan Trik Ini Untuk Membuat Status Media Sosial yang Kreatif

[Foto: pexels.com]
Mungkin hal ini nampak sepele, namun sebenarnya status media sosial yang Anda unggah kepada publik harus memiliki wow-effect yang dapat menarik perhatian orang-orang untuk melihat dan membeli apa yang ditawarkan. Meski hanya  beberapa saat saja, namun jika memungkinkan orang-orang mungkin akan tertarik untuk membeli. Sebenarnya, tidak sulit membuat orang-orang tertarik pada apa yang Anda tawarkan. Tapi banyak orang yang tidak tahu cara yang tepat untuk melakukannya. Mari kita intip cara-cara kreatif untuk menulis status yang tidak hanya menarik perhatian konsumen, tapi juga rekan mereka.

Jangan posting status yang sama di semua akun sosial media Anda. Menulis postingan di Facebook sudah jelas berbeda dengan postingan di LinkedIn, Twitter, maupun Instagram. Hal ini dikarenakan setiap saluran media sosial memiliki teknik pendekatan yang berbeda. Panjang postingan, penyampaian pesan, dan ucapan yang digunakan sebaiknya sesuai dengan media sosial tersebut. Pada Twitter, postingan Anda harus lebih singkat, padat, dan ringkas agar bisa cukup ke dalam batasan 140 karakter pada media sosial tersebut, Tone postingan di LinkedIn harus lebih profesional, sementara Instagram harus lebih fokus pada visual seperti foto, gambar, maupun video pendek. Postingan Facebookcenderung lebih fleksibel, namun kita juga harus bisa menyeimbangkan antara ke semua faktor tersebut.

Baca Juga:  Mengenal USB OTG (On The Go) dan Cara Penggunaannya

Gunakan taktik 80/20. Jual, jual, dan jual. Status seperti ini lah yang perlu Anda hindari dalam menjual produk Anda. Bukannya tidak boleh, tetapi sebaiknya kurangi postingan yang jelas-jelas menjual dan perbanyak bercerita. Metode yang harus digunakan adalah 80 persen bercerita dan 20 persen untuk menjual produk yang Anda tawarkan. Kenapa harus demikian? Faktanya, hampir semua orang tidak begitu suka melihat postingan yang melulu tentang jualan. Anda juga mungkin salah satunya. Tapi, kita semua tentunya akan tertarik mendengarkan cerita-cerita yang menarik dan memungkinkan kita belajar dari cerita tersebut. Selipkan kelebihan-kelebihan pada produk Anda (bukan menampilkan produk Anda secara gamblang) ke dalam cerita tersebut, lalu pastikan mereka dapat menangkap kelebihan dari produk atau jasa yang Anda tawarkan dalam moral cerita tersebut. Jika audiens sudah bisa menangkap hal itu, maka dengan sendirinya mereka akan menghubungkan cerita tersebut dengan produk Anda.


Lakukan survey kecil-kecilan. Selain rutin memposting status di akun media sosial yang dimiliki, Anda juga bisa melakukan survey kecil-kecilan. Postingkan sebuah topik yang memungkinkan mereka untuk menjawab dengan tombol Like dan Comment sebagai respon. Jika mereka setuju atau menyukai postingan tersebut, mereka bisa menekan tombol Like. Namun, jika mereka tidak suka atau tidak setuju, mereka bisa menuliskan pendapat mereka pada kolom komentar. Cara ini tidak hanya akan membuat status Anda selalu ‘hidup’ di dalam newsfeed, tapi juga membuat teman-teman orang yang mengomentari status Anda bisa melihat status tersebut. Kemungkinan besar, ini akan membuat kelompok tersebut turut berkontribusi dalam ‘survey’ Anda.

Baca Juga:  Tingkatkan Kekuatan Media Sosial Anda dengan Strategi Ini

Hanya postingkan separuh kisah pada media sosial Anda. Apabila Anda memposting status atau cerita yang menarik audiens Anda, maka jangan postingkan seluruh cerita itu. Cantumkan tautan ke blog atau website Anda yang memuat keseluruhan cerita dari status yang Anda buat itu. Di sini, mereka bisa membaca seluruh isi status Anda. Metode ini juga sering digunakan oleh brand-brand besar untuk menarik traffic ke dalam websitenya.

Buatlah status yang memprovokasi. Cobalah sedikit memprovokasi audiens Anda dengan status yang ‘berat sebelah’. Buatlah status yang bisa memicu pendapat yang berbeda-beda dari followers Anda. Tentu saja, cara ini sangatlah aktif untuk mendapatkan perhatian dari pengikut Anda.

Meminta pendapat. Salah satu cara yang efektif adalah meminta pendapat kepada pengikut Anda. Manusia pada hakikatnya suka saling menolong terutama ketika dimintai ide atau pendapat. Selain bisa mendapatkan pendapat yang berharga dari followers Anda, Anda juga bisa membuat mereka profil Anda dan melihat produk atai jasa yang Anda tawarkan.

Baca Juga:  Instagram Tambahkan Fitur Instant Translation Pada Layanannya

Tulisan ini adalah kontribusi dari Azleen Abdul Rahim, seorang blogger pemasaran digital di azleen.com, dengan penyesuaian standar LABANA.id