News

Hantu di Dalam Sel: Bagaimana Seorang Hacker Sembunyikan Komputer di Langit-langit dan Gemparkan Penjara

Hantu di dalam sel hacker
[Foto: Shutterstock]
Pada musim panas 2015, Stan Transkiy berusia 16 tahun, seorang hacker (peretas) yang sedang menjalani hukuman seumur hidup, menemukan cara untuk menghabiskan waktunya di sana. Di dalam Institusi Pemasyarakatan Marion.

Institusi itu berada di lahan pertanian hijau dari serangkaian jalan sepi di pedesaan Ohio, di mana dia berhasil meretas sebuah program untuk daur ulang sampah yang sedang beroperasi, dia diberi julukan “The Garbage Man.” Karena Transkiy yang botak dan berjanggut itu kadang bekerja selama 14 jam tanpa hentI, menurut sebuah evaluasi pekerjaan narapidana, dia melakukan pekerjaan dengan baik bahkan kadang-kadang dia menganggap masalah pekerjaannya sebagai masalah pribadi.

Marion merupakan tempat yang lebih baik bagi Transkiy dibandingkan dengan penjara sebelumnya, yaitu Lembaga Pemasyarakatan Lebanon. Inspektur negara memuji Marion karena “pemikiran yang inovatif” untuk “perbaikan lingkungan.” Selain prakarsa daur ulang, penjara tersebut menjalankan program pendidikan, olahraga air, berita, dan perkebunan.

Perwakilan Marion bahkan menjadi salah satu pembicara pada acara TEDx pada tahun 2013, menariknya Orange yang merupakan penulis Black Black Piper Kerman bermaksud memberikan pelajaran menulis bagi pada narapidana dan pegawai pada lapas tersebut.

Baca Juga:  LINE Luncurkan Asisten Digital AI ‘Clova’ di Mobile World Congress

Pada suatu hari di bulan Agustus, Transkiy mendengar suara ledakan di seputar interkom penjara yang meminta Randy Canterbury, seorang karyawan di sebuah nirlaba bernama RET3 yang berada di luar penjara yang ditugasi untuk mengawasi inisiatif daur ulang penjara tersebut. Transkiy menyaksikan satu demi satu pria yang bekerja sama dengannya dipanggil untuk di wawancarai secara tertutup oleh petugas penjara dan pemerintah negara bagian.


Tidak lama kemudian, Transkiy dipanggil ke kantor untuk di interogasi oleh penyidik negara. Setelah itu Staf memisahkannya ke bagian lain dari penjara yang disebut O Block dan ketika dia dipanggil kembali ke kantor sembilan hari kemudian, seorang polisi negara bagian menanyai dia saat telepon berdering di latar belakang. “Jelas, Stan, mengerti seluruh situasi computer tersebut” kata polisi itu. “Anda tahu yang mereka temukan.”

Seperti dilaporkan The Verge, Transkiy ditanyai tentang selundupan yang luar biasa. Seseorang telah menyembunyikan komputer yang diperbaharui di langit-langit penjara. Mereka entah bagaimana mendapatkan login ke jaringan penjara, mendapatkan akses ke dalam pekerjaan fasilitas, termasuk database pada narapidana dan alat untuk menciptakan umpan yang diperlukan untuk memasuki area terlarang. Komputer itu juga memberi akses ke dunia luar, yang digunakan seseorang untuk mengajukan kartu kredit menggunakan identitas tahanan yang dicuri. Skema ini dimulai dari penjara ke komunitas nirlaba, ke banyak bank-bank dan semua dilakukan dalam pengawasan staf penjara. Ketika penyidik meletakkan kontur plot, Transkiy mengatakan bahwa dia tidak dapat mempercayainya.

Baca Juga:  Lakukan 5 Langkah Ini Jika Akun Facebook Anda Diretas

Ketika hasil penyelidikan negara diumumkan pada bulan April tahun ini, inspektur jenderal negara bagian membandingkan kejadian tersebut dengan insiden Hogan’s Heroes, dimana staf penjara tidak kompeten dalam mengawasi para narapidana.

Meskipun ada unsur kebenaran di mana karakterisasi, wawancara, narapidana, penyidik, dan staf, serta korespondensi yang tertulis pada ribuan halaman catatan publik yang sebelumnya tidak dipublikasikan, hal ini mengungkapkan kejahatan ini memerlukan pengawasan dengan pengetahuan teknis yang cukup.

Hal ini menunjukkan bagaimana fasilitas progresif mengalami kesulitan dalam menerapkan dan mengamankan teknologi yang memberi kesempatan baru bagi para narapidana untuk belajar. “Narapidana kita lebih pintar dari orang-orang teknis kami” kata seorang penyidik pada saat diinterogasi “Jadi kita punya masalah besar di sana.”