News

Hewlett Packard Enterprise Rogoh Rp 8,6 Trilyun Untuk Akuisisi SimpliVity

[Foto: venturebeat.com]
Hewlett Packard Enterprise—pecahan dari HP Inc.—dikabarkan akan mengakusisi SimpliVity, sebuah perusahaan asal Massachusetts yang bergerak di bidang penyimpanan data. Demi akuisisi ini, HP Enterprise rela menggelontorkan dana sebesar $650 juta (setara Rp 8,6 trilyun) dalam bentuk tunai. Perlu dicatat, SimpliVity sendiri merupakan pesaing dari Nutanix yang sama-sama menawarkan sistem infrastruktur hyperconverged.

Hyperconverged sendiri merupakan sebuah sistem infrastruktur yang menggabungkan Server, Storage, dan Networks di dalam sebuah hardware. Dengan menggunakan sistem infrastruktur ini, pihak yang menggunakannya dapat menekan dana yang harus dikeluarkan sekaligus mempermudah proses manajemen. Ini artinya, perusahaan besar dapat menyimpan segala bentuk data secara efisien di server farm off-site.


Mengenai akuisisi ini, HP Enterprise menyatakan:

“Dengan menggabungkan infrastruktur, otomatisasi dan software manajemen Cloud terbaik dari HPE dan platform manajemen data softwaredefined dari SimpliVity, HPE beserta mitra kerja akan menawarkan hyperconverged yang khusus dirancang untuk perusahaan.”

Pada pernyataannya, HP Enterprise juga berkomentar mengenai pasar hyperconverged yang berkembang secara konsisten dan cepat. Mereka menyatakan bahwa pasar hyperconverged diprediksikan akan bernilai kurang lebih $2,4 milyar pada tahun 2016 saja. Pasar ini juga diprediksi akan berkembang dengan tingkat pertumbuhan tahunan yang mencapai 25 persen, yang kemudian akan terus berkembang hingga mencapai angka $6 milyar pada tahun 2020 mendatang.

Baca Juga:  Vietnam Blokir Facebook Selama Kunjungan Obama

Sejauh ini, SimpliVity telah berhasil mendulang dana sebesar $276 juta, termasuk kucuran dana sebesar $175 juta pada bulan Maret 2015 yang otomatis membuatnya menjadi salah satu dari segelintir perusahaan Massachusetts yang termasuk ke dalam golongan Unicorn—alias perusahaan swasta yang memiliki nilai lebih dari $ 1 miliar. Perusahaan ini juga dilihat sebagai kandidat yang berpotensial untuk IPO pada tahun 2016.