News

Hindari Ketidaknetralan, Deskripsi Trending Topics FB Kini Dibuat Oleh Algoritma Facebook

[Gambar: newsroom.fb.com]
Masih ingat kontroversi trending topics yang melanda Facebook pada beberapa bulan lalu? Dalam kontroversi tersebut, situs jejaring sosial ini dituduh telah bersikap tidak netral dan ‘menahan’ postingan yang berhubungan dengan partai konservatif agar tidak menjadi trending topic. Tentu saja, Facebook membantah keras tuduhan ini. Menyusul kasus tersebut, kini Facebook mengumumkan bahwa tidak akan memperkerjakan manusia lagi untuk menulis deskripsi singkat yang ada pada setiap keywords yang masuk ke dalam kolom Trending Topics.

Para staf hanya akan menyortir dan memilih keyword apa saja yang dapat muncul di kolom tersebut. Untuk deskripsinya sendiri, sistem algoritma Facebook lah yang akan menarik kesimpulan sendiri dari artikel yang tengah trending. Pada kolom Trending Topics pun kini Anda hanya dapat melihat keterangan mengenai jumlah orang yang memposting atau berbagi postingan mengenai sebuah topik tertentu yang tengah populer. Facebook juga menambahkan bahwa topik-topik yang muncul di kolom ini telah disetting sedemikian rupa agar sesuai dengan minat, pages yang disukai, lokasi Anda, dan topik apa yang sedang hangat diperbincangkan di Facebook.

[Gambar: newsroom.fb.com]
Untuk melihat lebih rinci mengenai sebuah keyword atau topik yang sedang trending, Anda cukup mengarahkan kursor atau mengklik keyword yang dimaksud. Menurut keterangan Facebook, topik-topik ini akan diranking secara otomatis berdasarkan algoritma Facebook. Dalam penilaiannya, algoritma ini akan mempertimbangkan beberapa  faktor seperti: banyaknya sebuah topik ini dibicarakan dan adanya lonjakan dalam waktu singkat terhadap jumlah perbincangan yang menyangkut sebuah topik.

Dengan adanya sistem baru ini, para staf Facebook tidak akan memegang kendali penuh atas Trending Topics yang muncul, karena kini algoritma Facebook lah yang berperan lebih banyak. Nampaknya, dengan langkah ini Facebook berusaha mempertahankan kestabilan dan kenetralan platformnya agar tidak terjegal kasus serupa.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID