News

Honda Melakukan Investasi Strategis Pada Layanan GrabBike

[Foto: decisionlab.co]
Honda dilaporkan telah melakukan sebuah investasi strategis pada perusahaan ridesharing pesaing Uber, Grab. Rincian dana pada kesepakatan ini tidak dipublikasikan secara umum. Kesepakatan ini dibuat dua minggu setelah Grab mengumumkan kemitraannya dengan Tokyo Century Corp., sebuah perusahaan layanan finansial di Jepang. Dalam pernyataannya, Grab mengungkapkan bahwa dalam kolaborasinya dengan Honda, mereka akan berfokus pada layanan ‘ojek’ dari Grab, yakni GrabBike. Layanan GrabBike sendiri untuk saat ini baru tersedia di Indonesia, Thailand, dan Vietnam saja.


Seperti yang dilansir e27, kemitraan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan transportasi urban di Asia Tenggara. Selain itu, kemitraan ini bertujuan untuk mengembangan teknologi ridesharing dan juga memberikan program penyuluhan bagi para pengemudinya. Shinji Aoyama selaku Operating Officer dan Direktur Honda menjelaskan, “Di tengah perubahan struktural yang dramatis pada industri mobilitas, konsep ekonomi berbagi (sharing economy) yang berkembang pesat di seluruh dunia memiliki potensi besar untuk memperluas konsep mobilitas itu sendiri. Mengenai kerja sama kami dengan Grab, kami akan membahas mengenai bagaimana kami dapat menawarkan produk dan layanan yang lebih aman dan lebih nyaman guna menyelesaikan masalah dan tantangan yang dihadapi masyarakat di Asia Tenggara.”

Baca Juga:  Setelah Blokir "Ad Blocker", Facebook Berikan Kontrol Lebih Bagi Pengguna Untuk Atur Iklan

“Kami sangat antusias untuk meningkatkan user experience pada layanan GrabBike, terutama bagi komunitas pengemudi dan pengguna GrabBike yang berkembang semakin pesat, melalui kemitraan dengan Honda, produsen sepeda motor terbesar di dunia, dan membuat pasokan transportasi yang berkelanjutan dan lebih efisien bagi Asia Tenggara,” kata Ming Maa, presiden Grab. “Kami menyambut Honda sebagai pemegang saham dan mitra utama dari solusi mobilitas yang inovatif dalam jangka panjang seiring dengan usaha kami untuk terus memajukan Asia Tenggara.”