News

Huawei Tuntut Samsung Karena Tuduhan Pelanggaran Paten

[Foto: Philippe Wojazer | Reuters.com]
[Foto: Philippe Wojazer | Reuters.com]
Rabu (25/05/16), Huawei Technologies Co Ltd dilaporkan telah mengajukan tuntutan hukum kepada Samsung Electronics Co Ltd dan mengklaim pelanggaran paten smartphone yang telah dilakukan produsen ponsel terbesar di dunia ini.

Huawei telah mengajukan tuntutan hukum di Amerika Serikat dan Tiongkok dan bermaksud untuk mendapatkan kompensasi untuk penggunaan teknologi komunikasi seluler fourth-generation (4G), sistem operasi, dan perangkat lunak user interface tanpa lisensi pada ponsel keluaran Samsung.

Meskipun begitu, Huawei mengatakan bahwa tuntutan mereka bisa digolongkan ke dalam kategori FRAND (akronim dari “fair, reasonable and non-discriminatory” yang berarti “adil, wajar dan non-diskriminatif.”) Ini artinya perusahaan Tiongkok ini telah berkomitmen untuk memberikan lisensi bagi perusahaan manapun yang mau memberikan kompensasi atas teknologi mereka.

Kesepakatan semacam ini memang umum dilakukan pada sektor teknologi karena hal ini memungkinkan perusahaan yang berbeda untuk berkomunikasi dan saling berbagi format data kepada satu sama lain. Pada kasus ini, Huawei nampaknya tidak mengharapkan kompensasi finansial dari Samsung melainkan izin untuk menggunakan beberapa teknologi Samsung pada produk Huawei.

“Kami berharap Samsung akan … berhenti melanggar paten kami dan mendapatkan lisensi yang diperlukan dari Huawei, dan juga bekerja sama dengan Huawei untuk bersama-sama memajukan industri ini,” Ujar Ding Jianxing, presiden Departemen Hak Kekayaan Intelektual Huawei, dalam sebuah pernyataan.

Kasus kali ini termasuk unik karena perusahaan asal Tiongkok lah yang melakukan gugatan. Biasanya, perusahaan-perusahaan Tiongkok lah yang kerap kali menerima gugatan dari perusahaan lain.

Dalam hal ini, Huawei menyatakan bahwa pihaknya telah menghabiskan miliaran dolar untuk penelitian dan pengembangan teknologinya. Mereka juga menambahkan bahwa pihaknya memiliki 80.000 orang dalam divisi penelitian dan pengembangan, menanamkan dana sebesar $9.2 milyar per tahun untuk divisi tersebut, dan memiliki lebih dari 50.000 paten secara global.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID