News

Hubble, Teleskop Luar Angkasa Temukan Galaksi Besar yang Berjarak Ratusan Miliar Tahun Cahaya dari Bumi

Teleskop luar angkasa bernama Hubble [Foto: nasa.gov]
Selama ini, teleskop luar angkasa bernama Hubble, sudah banyak membantu manusia dalam memperluas pengetahuan terkait alam semesta. Teleskop yang diluncurkan pada 24 April 1990 ini tidak hanya mengobservasi objek asing, tetapi juga jutaan galaksi di luar angkasa.

Belum lama ini, Hubble merilis sebuah foto baru yang terbilang mencolok. Dilansir dari Mashable, foto tersebut mengungkapkan detail galaksi besar bernama Abell 370, yang jaraknya 370,6 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Awalnya, benda padat bercahaya yang ditangkap oleh teleskop ini bisa dikira sekelompok bintang di galaksi Bima Sakti. Namun, jika foto itu dilihat lebih dekat, tampak sebuah galaksi spiral yang serupa galaksi elips kuning.

Foto Abell 370 juga menunjukkan hal unik. “Cluster galaksi besar itu mendistorsi ruang dan waktu di sekitarnya. Ini membuat cluster itu menjadi lensa besar, yang memperbesar dan mendistorsi sebuah galaksi spiral di belakangnya,” ungkap NASA dalam pernyataan tertulis.

Efek ini bisa dilihat pada hasil foto Abell 370. Garis-garis yang membatasi bagian tengah cluster menunjukkan distorsi yang disebabkan oleh gravitasi cluster yang sangat besar. Hal itu memberi petunjuk kepada para ilmuwan apa yang ada dibalik struktur terbesar semesta.

Baca Juga:  Astronom Vera Rubin dan Misteri Materi Gelap yang Mengisi Alam Semesta

Sebagai informasi, ini bukan pertama kalinya Hubble mengintip ke dalam ruang gelap hanya untuk menemukan foto yang mengungkapkan cahaya yang dipancarkan oleh ribuan galaksi miliaran tahun lalu.

Pada tahun 1995, tidak lama setelah astronot antariksa memperbaiki kamera Hubble, para ilmuwan mengirim teleskop itu ke hamparan langit yang kosong dan menginstruksikannya untuk mengambil 342 eksposur selama 10 hari.


Hubble menemukan sesuatu yang tidak terduga dan menakjubkan. Alih-alih datang dengan serangkaian gambar kosong, teleskop luar angkasa tersebut mengungkapkan sekitar 3.000 galaksi yang tersembunyi di dalam petak kosong langit malam itu.

Sejak saat itu, ilmuwan NASA sudah secara berkala menggunakan Hubble untuk mengambil lebih banyak jenis gambar yang menunjukkan galaksi yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

Foto terbaru Hubble “Frontier Field” merupakan kampanye yang memotret enam gugus galaksi selama 560 kali orbit Bumi menggunakan waktu teleskop 630 jam.

Jasa Hubble selama 27 tahun

Begitu banyak objek luar angkasa yang sudah diobservasi oleh teleskop ini. Mulai dari bintang dan nebula yang jauhnya ratusan tahun cahaya, hingga objek yang dekat dengan bumi seperti Mars dan Jupiter.

Baca Juga:  Fakta-Fakta Menarik dari Si Saudara Kembar Bumi

Lantas, apa saja jasa dari teleskop luar angkasa ini? Di antaranya adalah pada Maret 2015 silam, ilmuwan mengumumkan temuan bahwa Ganymede, bulan milik Jupiter menyembunyikan lapisan batu silikat dan es keras di kedalaman 150 kilometer. Ilmuwan memeriksa bulan yang jaraknya 390 juta mil tersebut menggunakan data yang diperoleh Hubble.

Selain itu, NASA mengumumkan temuan ‘ghost of quasars’ yang menggunakan data dari Hubble. Temuan galaksi tersebut menunjukkan bahwa adanya objek tidak kekal berwarna kehijauan.

Selain temuan tersebut, Hubble juga banyak memberikan wawasan misalnya mengenai evolusi galaksi, akselerasi alam semesta yang meluas, usia kosmos, beberapa temuan lubang hitam dan lain sebagainya.

Pada 2016 lalu, Hubble juga berhasil menemukan galaksi bernama GN-z11 yang diperkirakan berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Masih di tahun yang sama, teleskop ini juga menunjukkan galaksi NGC 4111 yang indah nan elegan. Terletak sekitar 31 juta tahun cahaya dari galaksi kita, NGC 4111 merupakan galaksi di konstelasi Canes Venatici. Galaksi ini memiliki massa setara satu miliar ukuran Matahari di Bima Sakti. Oleh sebab itu, GN-z11 diperkirakan mampu menghasilkan cukup banyak bintang.

Baca Juga:  Cegah Karyawan Pindah Haluan, Google Siap Dirikan Inkubator Startup