News

Hyperloop One, Kereta Berkecepatan 600 Km/Jam, Siap Debut di London?

Demam penggunaan kendaraan berbahan bakar utama listrik kian terasa saat Elon Musk makin berkonsentrasi dengan mobil Teslanya. Tak cuma itu, jumlah kendaraan ramah lingkungan itu juga meningkat tajam seiring dengan kebutuhan manusia untuk melakukan aktivitas transportasi dengan kecepatan tinggi dan konsumsi waktu yang rendah. Hyperloop lantas dijadikan proyek realisasi selanjutnya.

Hyperloop sejatinya sudah menjadi ide dari Elon sejak tahun 2012 yang lalu. Bahkan, konsep ini sudah diujicobakan serta dibuat bentuk prototipenya, meskipun belum bisa dikendarai secara nyata. Namun semakin hari, realita akan transportasi cepat Hyperloop semakin terasa mendekati kenyataan.

Website Techradar menyebutkan bahwa Hyperloop One, gosipnya akan menjadi produk Hyperloop pertama yang dikendarai oleh manusia serta dibangun secara nyata infrastrukturnya di Inggris. Juga, sesuai misi dari Hyperloop di mana mereka berencana untuk membuat kereta yang bisa memindahkan manusia dengan kecepatan sangat tinggi, trek yang akan digunakan oleh kereta ini akan mampu menghantarkan penumpangnya dengan kecepatan yang fantastis.

Sekedar gambaran saja, sumber yang kami kutip menuliskan bahwa Hyperloop One akan dicoba dengan jalur dari kota London hingga Edinburgh yang berjarak 667 km dan diperkirakan hanya akan membutuhkan waktu tak lebih dari 51 menit menggunakan kereta yang satu ini. Yang artinya kecepatan rata-rata bisa mencapai nyaris 600 km per jam saat kereta dalam kondisi prima.

Baca Juga:  Kala Tesla Berhasil Singkirkan Raksasa Otomotif Kawakan

Track Hyperloop One di Inggris [Foto: TechRadar]
Rute yang sebetulnya sudah diumumkan oleh perusahaan kereta ekstra cepat ini meliputi beberapa negara di Eropa. Setidaknya ada sembilan rute utama yang sudah dirancang untuk dilewati oleh Hyperloop One, termasuk kota London. Seluruh rute tersebut juga punya jarak yang masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya. Salah satu yang paling dekat adalah rencana penghubungan antara Estonia dan Finlandia yang jaraknya tidak lebih dari 100 km, sementara jarak yang paling jauh adalah saat kereta ini melintasi Jerman yang diperkirakan mencapai 2.000-an km.

Selain selain sembilan rute utama yang bakal menghubungkan beberapa di kota dan negara di Eropa tersebut, Inggris juga berencana membangun track Hyperloop untuk beberapa kota sekaligus. Rencana yang muncul antara lain adalah untuk menghubungkan Liverpool, Glasgow, Manchester, Leeds, Newcastle, dan Edinburgh serta beberapa wilayah dari negara Skotlandia dan Wales. Jika jalur yang ada di Inggris ini direalisasikan, bisa jadi Inggris adalah negara pertama yang secara optimal memfungsikan Hyperloop daripada negara-negara yang lainnya.

Baca Juga:  Google Dikabarkan Telah Hentikan Project Ara (Smartphone Modular)

Di luar Inggris, rencana ekspansi track dari Hyperloop One juga ditujukan ke beberapa negara, seperti Spanyol dan Maroko. Jalur antar dua negara ini direncanakan akan menembus bawah laut sehingga Hyperloop diharuskan untuk membangun terowongan khusus. Menariknya, diperkirakan pembangunan trek yang ada di bawah laut akan memakan biaya yang sedikit lebih murah daripada saat mesin bikinan Hyperloop tersebut harus menembus tanah dan gunung. Hanya saja, tekanan dari air laut dan gelombang yang terkadang tidak bisa ditebak bisa jadi mimpi buruk bagi para pembangun dan teknisinya.

Jika di Eropa, terutama Inggris, sudah merencanakan dengan cukup matang untuk bisa segera mengeksekusi Hyperloop, bagaimana dengan Amerika Serikat? Kabarnya sekalipun perencanaan yang dilakukan tidak sesepesifik Inggris, track Hyperloop konon sudah dibangun di Nevada sepanjang 2 km. Yang artinya, cepat atau lambat Hyperloop akan segera diperkenalkan menjadi kendaraan tercepat untuk medium darat di Negeri Paman Sam itu.

Ke depannya, Hyperloop One juga dilaporkan siap berekspansi lebih jauh lagi, bahkan hingga Dubai. Menarik untuk ditunggu Apakah negara-negara semenanjung Arab dan negara maju Asia seperti Jepang juga akan ambil bagian untuk menghadirkan kereta revolusioner ini. Fokus ke Jepang cukup menarik, mengingat Jepang sendiri sudah memiliki kereta dengan kecepatan tinggi dan butuh posisi tawar tinggi dari Hyperloop One untuk bisa menyaingi Shinkansen.