News

Hyperloop, Transportasi Super Cepat yang Bakal Jadi Kenyataan

[Foto: theverge.com]
Semua orang tentu ingin setiap perjalanannya lancar serta bebas dari kemacetan. Lalu, bagaimana jika impian itu ditambah dengan adanya alat transportasi yang super cepat? Di masa depan, keinginan itu sepertinya bakal bisa Anda wujudkan.

Perusahaan transportasi asal Amerika Serikat, Hyperloop, berencana membangun moda transportasi terbaru yang diklaim akan menjadi yang paling cepat di dunia. Untuk membuktikannya, teknisi di Hyperloop baru-baru ini mengambil langkah yang signifikan pada sistem transportasi berbasis tabung vakum ini.

Uji coba terbaru pun mereka lakukan. Hasilnya, Hyperloop mampu melesat dengan kecepatan tertinggi 113 kilometer per jam. Diketahui, kecepatan pada uji coba berikutnya akan dinaikkan hingga 400 kilometer per jam.

Ke depannya, alat transportasi ini diharapkan mampu mengangkut orang dengan kecepatan hingga 1.200 kilometer per jam. Memang, sekarang ini kecepatannya jauh lebih rendah dari itu. Namun, para pengembang mengatakan uji coba ini adalah bukti bahwa konsep tersebut bisa berhasil.

“Hyperloop pertama berskala penuh di dunia berhasil. Kini, kami memamerkannya kepada dunia. Kami memiliki banyak hal yang harus diumumkan. Namun, kami sudah menciptakan vakum penuh seperti ada langit buatan di dalam tabung yang terbang pada ketinggian 200 ribu kaki. Sistem penggeraknya berhasil. Levitasi berhasil. Kami sudah mewujudkan Hyperloop menjadi kenyataan,” ungkap Shervin Pishevar dari Hyperloop One, seperti dilansir dari laman The Verge.

Baca Juga:  Apple Resmi Akuisisi Startup Teknologi Kesehatan, Gliimpse

Kendati demikian, ide tersebut menuai banyak kritik. Namun, setiap uji coba yang berhasil bisa semakin mendekatkan dunia pada perubahan dalam cara berkendara.


“Ada layanan levitasi dan panduan. Levitasi bersifat magnetis, demikian pula panduannya. Ada propulsi elektromagnetik, yang merupakan sistem propulsi tanpa kontak yang mendorong pod melintasi tabung. Lalu, ada tabung yang menciptakan kondisi vakum dan memungkinkan pod melewati tabung dengan sangat sedikit resistansi,” kata Josh Giegel, pejabat lain dari Hyperloop One.

Studi kelayakan Hyperloop di Indonesia

Hyperloop juga melakukan ekspansi di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Mengenai hal tersebut, Bibop G. Gresta selaku Chaiman Hyperloop, mengatakan sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah partner lokal di Indonesia untuk mewujudkan Hyperloop.

Bibop juga mengaku sudah melakukan penandatanganan di Kementerian Perhubungan yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Selanjutnya dilakukan studi kelayakan yang akan memakan waktu antara tiga sampai enam bulan. Kami menyiapkan dana 1-2,5 juta USD untuk studi kelayakan. Tahap pertama, Tangerang, bandara (Soekarno-Hatta) ke pusat Jakarta. Kemudian dilanjutkan Jawa. Targetnya 2.000 kilometer. Selanjutnya Sumatera, juga dari bandara,” ungkap Bibop, sebagaimana dilansir dari laman CNN Indonesia.

Baca Juga:  Menkominfo Dorong Pelaku UKM Indonesia Manfaatkan Teknologi Digital

Untuk mewujudkannya, Hyperloop juga diklaim tidak membutukan lahan besar. Pembangunan bisa dilakukan di atas jalan tol, sehingga pemerintah hanya perlu memberikan izin pengembangan. Selanjutnya, pengoperasian diserahkan kepada pihak yang berminat, baik kepada Kementerian Perhubungan.

Berbicara soal dana pembangunan, Bibop mengatakan bahwa Hyperloop tidak membutuhkan subsidi dari pemerintah. Menurutnya, proyek Hyperloop sangat efisien sehingga dana pembangunan dari investor saja diyakininya sudah cukup.

Sementara itu, Dwi Putranto Sulaksono selaku Chairman Hyperloop Indonesia, mengatakan bahwa saat ini tercatat ada tiga rute transportasi Hyperloop yang disiapkan di tahap awal. Rute tersebut bakal menghubungkan Kabupaten Tangerang-Kota Tangerang, Bandara Soekarno Hatta-Kota Tangerang, dan Bandara Soekarno Hatta-Halim Perdana Kusuma.

“Semoga kurang dari lima tahun ketiga proyek di Jakarta terwujud. Studi untuk tiap rute akan memakan biaya sekitar 2,5 juta USD. Satu kapsul bisa menampung 40-60 orang, dan berangkat tiap tiga menit,” kata Dwi.