News

Ilmuwan: Ada Pesan Rahasia di Balik Setiap Crop Circle

Crop circle yang muncul di Wiltshire, Inggris, Agustus 2016 [Foto: courtesy Hugh Newman]
Usia Dr Horace Drew (61) baru menginjak 10 tahun ketika dia menyaksikan benda mirip pesawat yang berwarna perak, tanpa jendela, terbang di langit di langit di dekat rumahnya di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat. Saat itu hanya sekilas dia melihat, namun pemandangan tak biasa itu sangat membekas dalam ingatannya, dan membawanya menjadi peneliti dunia ekstraterestrial hingga kini.

“Saya melihat UFO, jadi saya tahu alien itu ada sejak usia masih sangat muda,” kata Dr Drew.

Ilmuwan yang menyandang gelar PhD di bidang Kimia dari California Institute of Technology (Caltech) ini berprofesi sebagai ahli biologi molekular di Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), agensi federal milik pemerintah Australia yang bergerak di bidang penelitian sains. Dr Drew sendiri telah menghabiskan 20 tahun mempelajari crop circle dan alien.

Tentu kita sudah tahu, crop circle adalah pola-pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, berukuran raksasa, dan seringkali hanya terbentuk dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Kini makin banyak crop circle yang ditemukan dan bentuknya kian rumit, seringkali sangat rapi sehingga mustahil merupakan hasil karya alam. Hingga kini, fenomena crop circle masih menjadi misteri besar di dunia sains.

Baca Juga:  Penemuan Hologram Tertipis di Dunia Mungkinkan Imaji 3D pada Smartphone

Dr Drew pindah ke Australia tahun 1980-an, namun bidang ilmu yang dia pelajari telah membawanya bepergian ke negara-negara lain, khususnya Eropa. “Crop circle jarang terjadi di Australia,” katanya.

Ilmuwan tersebut mengajukan dua kemungkinan. Yang pertama, crop circle adalah buatan alien dan mengandung pesan-pesan tertentu bagi manusia. Yang kedua, fenomena tersebut adalah buatan manusia masa depan yang melakukan perjalanan lintas waktu ke masa ini. Namun, para skeptis menyatakan sebagian besar crop circle kemungkinan besar adalah buatan manusia.


Crop circle, yang umumnya terjadi di ladang gandum, biasanya didefinisikan dengan batang gandum yang menjadi pipih dan tertekuk, membentuk lingkaran atau pola yang lebih kompleks. Fenomena aneh tersebut cenderung muncul terutama di negara-negara Barat atau negara maju lainnya, termasuk Jepang.

[Foto: courtesy Hugh Newman]
Tahun 2016 lalu, ada beberapa crop circle yang muncul di berbagai tempat. Salah satunya adalah di perbatasan antara Wiltshire dan Dorset di Inggris, Agustus 2016, diabadikan dengan kamera drone oleh peneliti Hugh Newman.

Baca Juga:  Wanita Ini Menderita Alergi Wi-Fi dan Sinyal Telepon

Penyebab dari crop circle memang masih belum diketahui, walaupun banyak sekali penjelasan dari berbagai sisi yang telah diajukan. Beberapa crop circle juga telah terbukti hoax, namun banyak juga yang dinyatakan asli.

Dr Drew sendiri menyatakan, dia mengambil kesimpulan tersebut setelah melihat sendiri dua lusin crop circle di seluruh dunia sepanjang kariernya. Biasanya, crop circle tersebut berukuran antara 50 hingga 500 meter.

“Selama 20 tahun terakhir saya telah mempelajari UFO dan crop circle, seperti layaknya ilmuan biasa yang mempelajari subyek-subyek konvensional,” kata Dr Draw dalam sesinya pada seminar UFO & Paranormal Research Society of Australia (UFO-PRSA) di Sydney awal Maret lalu. “Crop circle telah memberi petunjuk kepada adanya penggunaan kode-kode biner yang jauh lebih maju dibandingkan kode biner yang kini digunakan komputer kita.”

Dr Drew juga mengatakan bahwa alien atau manusia dari masa depan yang menjelajah waktu ke masa ini telah meninggalkan crop circle di Bumi sebagai pesan bagi kita yang hidup di Bumi, dan bagi sesama mereka. Kalau tidak dibuat oleh alien, menurut dia, crop circle dibuat oleh manusia masa depan yang memiliki teknologi super canggih.

Baca Juga:  Sel Kulit Manusia Ternyata Bisa Langsung Berubah Menjadi Neuron Motorik Tanpa Sel Induk

“Sayangnya, kita tidak mengetahui cukup banyak mengenai ilmu fisika dari ruang waktu saat ini. Hal ini di luar pemahaman kita,” katanya.