News

Ilmuwan Ciptakan Algoritma Untuk Prediksi Serangan Teroris

[Foto: dw.com]
Sekelompok ilmuwan dari University of Miami telah menciptakan sebuah algoritma yang dapat melacak postingan pada jejaring sosial yang berkaitan dengan ISIS. Lalu, hasil pelacakan tersebut akan digunakan untuk memprediksi serangan teroris dari ISIS yang berikutnya.

Dr. Neil Johnson dan timnya menjelaskan dalam jurnal Science bahwa metode ini merupakan hasil riset mereka selama satu tahun terhadap jejaring sosial Vkontakte yang berpusat di Rusia. Dalam riset ini, mereka mencari pernyataan-pernyataan pro-ISIS dalam berbagai bahasa. Data yang telah terkumpul memungkinkan Johnson dan timnya untuk membangun “model statistik yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola perilaku di antara pendukung ISIS di dunia online.”

Para cendekiawan yang mendalami terorisme dan komunikasi online mengaku bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya riset ini. Mereka juga sangat berterimakasih pada Johnson dan timnya yang memperbolehkan peneliti lain untuk mengakses data tersebut. Tapi tentu saja, kita tidak bisa bergantung pada algoritma ini saja. Serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris seringkali tidak terduga dan sangat sulit untuk diprediksi, oleh karena itu diperlukan informasi yang lebih banyak untuk meningkatkan akurasi prediksi mereka.

Dalam risetnya, Dr. Johnson mengamati sekitar 100.000 orang anggota dari 200 kelompok-kelompok kecil yang berbeda pada Vkontakte. Di dalam jejaring sosial ini, para pendukung ISIS menyerukan deklarasi ekstremisme sampai tips untuk menghindari serangan drone.

Menurut hasil riset, orang yang cenderung radikal tidak pernah menyediri dan selalu mencoba untuk mencari dan bergabung dengan kelompok online yang sepemikiran dengannya. Meskipun kelompok-kelompok kecil ini terkadang menghilang karena mereka ditutup atau diblokir oleh jejaring sosial tersebut, mereka punya kecenderungan untuk bergabung dengan kelompok yang lebih besar untuk memperluas koneksi mereka.

“Hasil perhitungan yang didapat menunjukkan hasil yang sangat akurat … jika Anda tidak ingin kelompok pro-ISIS dan pro-ekstrim semakin membesar dan berkumpul menjadi kelompok global yang besar, maka kita harus menutup kelompok [0nline] ini dengan cepat menggunakan formula yang kami buat.” Lanjut Dr. Neil Johnson.

Memang tidak ada jaminan bahwa algoritma ini bisa memberantas tuntas terorisme, namun hasil riset ini memberikan solusi dan alternatif pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID