News

Ilmuwan Ciptakan Smartwatch Inovatif yang Bisa Berputar dan Mengorbit di Pergelangan Tangan

[Foto: Jun Gong/Dartmouth College]
Dalam upaya membuat smartwatch lebih nyaman dan ergonomis bagi penggunanya, periset di Dartmouth College dan University of Waterloo telah mengembangkan sebuah prototipe jam tangan pintar yang bisa digerakkan dan diposisikan dalam lima arah yang berbeda.

Dengan kemampuan memutar, berbalik, mengenali, menerjemahkan, naik dan mengorbit, model ini secara dramatis meningkatkan fungsionalitas dan mengatasi keterbatasan jam tangan fixed-face yang ada saat ini. Konsep tersebut, yang diberi nama Cito, akan dipresentasikan pada 10 Mei di Konferensi CHI ACM mengenai Human Factors in Computing Systems (Faktor Manusia dalam Sistem Komputasi) di Denver, Colorado.

“Pengguna menginginkan smartwatch yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan mereka,” kata Xing-Dong Yang, asisten profesor ilmu komputer di Dartmouth. “Prototipe Cito adalah inovasi menarik yang bisa memberi konsumen lebih banyak alasan bagus untuk memakai smartwatch.”

Sebagian besar penelitian mengenai smartwatch terutama membahas bagaimana pengguna dapat dengan mudah memasukkan informasi. Cito, dirancang dan direkayasa oleh Jun Gong, Lan Li, Daniel Vogel, dan Yang, bertujuan untuk menghilangkan momen menyulitkan yang terkait dengan penggunaan smartwatch dengan memperbaiki cara perangkat tersebut menyajikan data kepada pemakainya.

Baca Juga:  Microsoft Akan Berhenti Memproduksi Smartwatch Miliknya, Microsoft Band

Beberapa contoh gerakan jam tangan—disebut aktuasi—termasuk mengorbit secara otomatis di sekitar tali jam untuk memungkinkan pengguna melihat jam bahkan saat pergelangan tangan menghadap arah yang berlawanan; gerakan “naik” untuk mengingatkan pemakainya ketika ia sedang bermain game; gerakan “bergantung” untuk memungkinkan orang lain melihat bagian layar jam; dan “translate” untuk memunculkan layar jam tangan dari balik lengan baju.

“Konsumen akan mempertanyakan perlunya smartwatch jika perangkatnya tidak cukup nyaman. Cito membuktikan potensi sebenarnya dari smartwatch dan menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi fungsional dan menyenangkan,” kata Yang.

Menurut sebuah makalah penelitian yang diajukan di CHI 2017, lima gerakan layar jam tangan dapat dilakukan secara independen atau semi-otomatis. Selain membuat jam tangan lebih nyaman bagi pengguna, teknologi ini dapat memberikan manfaat penting bagi pemakainya jika mereka menderita cacat fisik atau gangguan lainnya.

Konsep desainnya berasal dari inovasi terbaru yang juga dibuat oleh Laboratorium Dartmouth yang telah mempelajari inovasi smartwatch lainnya, termasuk Wrist-Whirl, smartwatch yang menggunakan pergelangan tangan sebagai joystick untuk melakukan gestur, dan Doppio, smartwatch dengan layar sentuh ganda.

Baca Juga:  Bertekad Tingkatkan Sisi Teknis, LINE Kumpulkan 500 Teknisi dari Seluruh Dunia di Seoul

“Kami menyadari bahwa kami telah mengembangkan sebuah gagasan yang radikal, namun harapannya, kami juga bisa menunjukkan bagaimana pendekatan metodis dan berprinsip dapat mengeksplorasi visi radikal semacam itu,” tulis tim peneliti dalam makalah mereka.

Dalam mengembangkan prototipe, peneliti melakukan dua penelitian terpisah untuk mengkonfirmasi kegunaan, penerimaan sosial dan kenyamanan yang dirasakan dari berbagai gerakan layar jam tangan dan konteks penggunaan.

Dengan penelitian lanjutan, tim ini berencana untuk mengintegrasikan inovasi seperti motor ultrasonik untuk menghemat dan meningkatkan masa pakai baterai untuk memperkuat teknologi jam tangan pintar.