News

Ilmuwan Temukan Fosil yang Menjadi Bukti Kehidupan Paling Kuno di Bumi

[Foto: bbc.com]
Selama ini, para ilmuwan telah melakukan berbagai penelitian untuk menemukan bukti kehidupan paling kuno di Bumi. Baru-baru ini, mereka menemukan fosil dari beberapa organisme yang diklaim sebagai makhluk yang hidup paling awal di Bumi.

Fosil itu diwakili oleh filamen kecil di bebatuan Kanada yang berusia hingga 4,28 miliar tahun. Itu merupakan periode waktu tidak lama setelah pembentukan planet dan ratusan juta tahun sebelum apa yang saat ini diterima sebagai bukti untuk kehidupan paling kuno yang pernah ditemukan di Bumi.

Penelitian ini mereka terbitkan dalam jurnal Nature. Sama seperti semua klaim tentang kehidupan kuno, penelitian ini pun diperdebatkan. Namun, tim peneliti ini yakin bisa menjawab keraguan tersebut. Mikroba dari Quebec itu memiliki bentuk sepersepuluh lebar rambut manusia dan mengandung jumlah haematite yang signifikan. Haematit adalah bentuk oksida besi atau ‘karat’.

Seorang yang menganalisis struktur di University College London bernama Matthew Dodd, mengklaim penemuan itu akan memberikan cahaya baru pada asal-usul kehidupan.

Baca Juga:  Fenomena Equinox Akan ‘Mampir’ ke Indonesia pada 21 Maret, Seperti Apa Dampaknya?

“Penemuan ini menjawab pertanyaan terbesar manusia, yaitu dari mana kita berasal dan mengapa kita di sini? Sangat terhormat untuk memiliki bentuk kehidupan tertua di tangan Anda dan mampu melihat mereka dan menganalisis mereka,” katanya, seperti dilansir dari BBC.

Struktur fosil itu terbungkus dalam lapisan kuarsa yang disebut Nuvvuagittuq Supracrustal Belt (NSB). NSB adalah bagian dari dasar laut kuno. Ini berisi beberapa batu vulkanik dan sedimen tertua yang dikenal ilmu pengetahuan.


Tim peneliti melihat bagian batu yang kemungkinan terletak dalam sistem ventilasi hidrotermal, yaitu celah di dasar laut tempat asal air kaya mineral yang panas memancar dari bawah.

Kini, ventilasi tersebut diketahui sebagai habitat penting bagi mikroba. Dr. Dominic Papineau dari University College London yang menemukan fosil di Quebec, berpikir kondisi semacam ini sangat mungkin juga tempat lahir untuk bentuk kehidupan antara 3,77 dan 4,28 miliar tahun yang lalu.

Ketika ia menyadari pentingnya materi yang diteliti, ia pun menggambarkan perasaannya. “Saya berpikir kami memilikinya, kami punya fosil tertua di planet ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Studi: Mengonsumsi Vitamin A Bisa Cegah Penyakit Tuberkulosis

Sebelumnya Ditemukan Fosil Berusia 3,7 Miliar Tahun

Fosil tertua di Bumi juga pernah ditemukan sebelumnya. Fosil berusia 3,7 miliar tahun ini ditemukan di Greenland. Sisa-sisa mikroba kuno ditemukan karena es mencair, fenomena yang mungkin akan sering terjadi karena pemanasan global.

Sebelum penemuan ini, fosil tertua yang dikenal adalah stromatolit berusia 3,48 miliar tahun yang ditemukan di Australia Barat.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature ini menyebutkan, fosil-fosil tersebut ditemukan di bebatuan sedimen tertua di dunia, di Isua Greenstone Belt, di sepanjang pinggiran tudung es Greenland.

Martin Van Kranendonk, Direktur Australian Centre for Astrobiology, mengatakan bahwa kawasan Greenland yang baru terbuka menawarkan kesempatan unik untuk menemukan fosil. “Penemuan ini menunjuk ke munculnya kehidupan awal di Bumi dan mendukung pencarian kehidupan di bebatuan kuno serupa di Mars,” ujar Van Kranendonk, yang juga terlibat dalam penulisan laporan, seperti dilansir dari National Geographic.

Selain itu, penemuan yang mengingatkan harta karun berupa rahasia kuno ini kemungkinan besar akan terungkap ketika gletser, es laut dan permafrost (tanah yang berada di titik beku) meleleh akibat pemanasan global. Kemungkinan ironisnya, pemanasan global yang dapat mengekspos harta karun kuno juga dapat mengancam makhluk hidup yang saat ini hingga menjadi fosil.

Baca Juga:  Ilmuwan Sulap Limbah Nuklir Jadi Baterai 'Berlian' Yang Tahan Ribuan Tahun