Opinion

Ingin Dapatkan Investor atau Pelanggan Korporat? Gunakan LinkedIn, bukan Facebook

[Foto: shutterstock.com]
Di Malaysia, Facebook sangatlah diminati oleh berbagai kalangan. Bahkan, hampir seluruh orang dewasa di negara ini sudah memiliki akun Facebook. Media sosial terpopuler kedua adalah Instagram, sebuah media sosial yang juga dimiliki oleh Facebook. Selanjutnya adalah Twitter. Ketiga jaringan media sosial ini memang memainkan peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tidak peduli siang atau malam, waktu kerja atau liburan, di rumah ataupun ketika mengemudi, di ruang tamu atau bahkan di dalam jamban, menonton televisi ataupun tengah makan, kita mengaksesnya setiap saat. Biasanya kita berinteraksi dan berbagi dengan teman-teman dan para pengikut kita mengenai berbagai hal. Mulai dari kejadian yang terjadi pada hari itu, kemarin, minggu lalu, atau mungkin masa lalu. Inilah fenomena yang terjadi sekarang.

Di sisi lain, penggunaan LinkedIn sedikit tertinggal dibandingkan ketiga media sosial di atas. Bahkan, banyak yang sama sekali tidak tahu LinkedIn. Hal ini tentu saja sangat merugikan, terutama untuk para profesional dan pemilik bisnis. Mereka menganggap LinkedIn tidaklah begitu penting. Pada bulan Desember 2016 saja, hanya ada 3 juta akun LinkedIn yang terdaftar di Malaysia. Sangat jauh jika dibandingkan dengan lebih dari 20 juta akun Facebook dan 6,5 juta akun Instagram di Malaysia.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Psikologis Mengapa Seseorang Mengalami Phobia Badut

Karena menganggap lebih banyak pasar di Facebook, maka mayoritas orang lebih memilih untuk berbisnis di Facebook. Apalagi jika melihat banyak orang yang berbisnis pada media sosial tersebut. Jadi, tidak heran jika sekarang kita melihat begitu banyak orang yang berjualan di Facebook dan Instagram dibandingkan orang-orang yang benar-benar ingin berteman. Bahkan, banyak workshop yang dibuka untuk memeberikan kiat sukse berbisnis di Facebook. Perlahan tapi pasti, kita terus menyepelekan LinkedIn dan kemampuannya dalam membantu bisnis kita agar bisa menarik investor dan pelanggan korporat–yang sebenarnya bisa mendatangkan keuntungan yang jauh berlipat ganda. Meskipun ia hanya memiliki 3 juta akun saja di Malaysia, yang terpenting adalah kualitas bukan kuantitas. Menurut pengamatan saya, kebanyakan orang berbisnis di Facebook semata-mata hanya untuk mencari pelanggan secara besar-besaran, dengan cara mengubah teman kita sendiri dan orang lain menjadi pembeli.


Sayangnya, pada kebanyakan kasus, di Facebook kita hanya bisa mendapatkan pelanggan eceran saja dan bukan klien yang merupakan sebuah perusahaan. Pelanggan eceran berarti, kemungkinan besar mereka akan membeli produk Anda dengan jumlah harga yang tidak terlalu besar, dengan menggunakan uang mereka sendiri. Ini karena mereka membeli sesuai kapasitas pribadi mereka, itu saja. Bayangkan jika pelanggan Anda terdiri dari seorang direktur di sebuah perusahaan multinasional, CEO, COO, investor, dan sebagainya. Orang-orang besar seperti ini jarang menunjukkan diri mereka di Facebook. Mereka lebih aktif di LinkedIn. Mengapa?

Baca Juga:  Pemilik Video di Facebook Kini Bisa Menghasilkan Uang Dari Orang yang Membajak Videonya

Pertama, mereka lebih suka menggunakan berbahasa Inggris, dan bahasa resmi di LinkedIn adalah bahasa Inggris. Kedua, hampir semuanya berasal dari sektor korporasi, profesional, dan pengusaha yang memiliki ‘frekuensi’ yang sama dengan mereka. Ketiga, mereka tahu dengan siapa mereka berinteraksi karena ada rincian di setiap akun LinkedIn yang ada. Dan setiap interaksi bersifat profesional, formal dan teratur. Interaksi seperti ini tidak hanya terbatas pada Malaysia saja, Anda bahkan bisa berinteraksi dengan profesional luar negeri juga.

Di LinkedIn, semuanya saling bertukar pendapat dan membangun keyakinan. Biasanya pemilik bisnis startup dan para profesional akan berinteraksi dan sering bertukar pendapat dengan tokoh bisnis yang sukses dan berpengaruh, para teknokrat, dan juga para investor tentang sesuatu topik. Kita sendiri akan memperoleh manfaat darinya. Mereka berbincang di dunia maya, kemudian bertemu dan berkenalan di dunia nyata. Di sini, tidak hanya rasa percaya saja yang dapat dibangun.  Interaksi seperti itu akhirnya dapat membuahkan kerjasama yang saling menguntungkan. Bahkan, pengguna juga mungkin bisa menjual produk mereka ke sektor korporat yang jauh lebih menguntungkan. Peluang memperoleh investasi yang signifikan juga ada di LinkedIn.

Baca Juga:  Google dan Facebook Bekerja Sama Dengan Media Perancis untuk Perangi Berita Palsu

Dan ini semua tidak bisa Anda dapatkan di Facebook.

Tulisan ini adalah kontribusi dari Azleen Abdul Rahim, seorang blogger pemasaran digital di azleen.com, dengan penyesuaian standar LABANA.id.