Tips & Guide

Ingin Menaikkan Traffic di Instagram? 4 Tools ini Bisa Dicoba!

[Foto pexels.com]
Instagram secara fenomenal dalam beberapa tahun terakhir seperti sudah mengungguli kepopuleran Twitter hingga mengimbangi perusahaan induknya, Facebook, di dunia permediasosialan, termasuk di Indonesia. Sekalipun secara pengguna Instagram masih jauh berada di bawah Facebook, tapi Instagram telah menjelma sebagai platform baru yang cocok untuk jual-beli hingga mendongkrak popularitas brand atau figure tertentu. Alhasil, penggunanya pun tak cuma datang dari warganet biasa, tetapi juga tokoh-tokoh termasyur maupun perusahaan-perusahaan yang lebih menyenangi memasarkan diri serta produk mereka di dunia maya.

Mungkin, salah satu yang membuat Instagram sendiri berbeda adalah bahwa terkadang deskripsi dari satu benda, orang, maupun institusi lebih menarik terlihat karena menggunakan gambar, bukannya terlalu banyak tulisan seperti pada Facebook maupun terlalu sedikit tulisan seperti pada Twitter.

Lantas kalau Anda adalah salah satu pengguna Instagram yang ingin meningkatkan engagement plus memacu interaksi dengan followers, pasti anda akan melakukan beberapa hal yang menurut anda efektif untuk dilakukan. Contoh sederhananya, secara konsisten pada jam tertentu mem-posting foto dan video dari produk maupun kegiatan Anda. Hal ini tidak salah, namun ada beberapa jalan yang ternyata bisa dilakukan selain sekadar mengunggah konten baru secara membabi buta dan menghujaninya dengan beberapa hashtag yang asal-asalan atau kurang efektif. Beberapa jalan tersebut lebih berbentuk seperti tools atau alat.

Baca Juga:  Ingin Melancong ke Amerika? Bersiaplah Ditanya Soal Akun Media Sosial

Mau tahu apa saja alatnya? Mari disimak daftarnya di bawah ini!

1. Scoutsee

Scoutsee merupakan alat yang sebetulnya belum terlalu banyak dipergunakan. Sebabnya, banyak yang sering menganggap bahwa Instagram merupakan platform yang sudah sangat baik untuk mendongkrak engagement dengan netizen. Namun, Scoutsee menawarkan yang lebih.


Scoutsee membantu brand untuk menggaet traffic hingga sales serta membantu influencer memonetisasi followers-nya. Bagi merek atau entitas bisnis, Scoutsee memungkinkan mereka memanfaatkan followers akun resminya dan mendorong fans mereka menjadi influencer. Caranya lewat kontes, promosi, sampai penawaran diskon. Sementara bagi influencer, tool ini bekerja dengan seakan-akan memberikan Anda kemudahan untuk membuka lapak dagangan sendiri dan mengoneksikannya dengan akun Instagram Anda.

 

2. Iconosquare

Jika Anda merupakan pengguna Instagram dengan akun yang resmi maupun yang sudah mendapatkan centang verifikasi, Anda akan bisa melihat laporan trafik dan engagement harian Anda. Namun dengan Iconosquare, menjadi memungkinkan melakukan analisa akun Instagram Anda dan mendapat laporan secara spesifik dan real-time. Alhasil, aplikasi ini bisa membantu Anda untuk mengidentifikasi waktu-waktu yang tepat untuk memposting konten berdasarkan beragam faktor, termasuk pola keaktifan user lain.

Baca Juga:  Cara Untuk Memindahkan Foto dan Video dari iPhone/iPad ke PC Tanpa iTunes

Tak cuma traffic dan jumlah like yang bisa dipantau menggunakan iconosquare, tapi seberapa baik performa sebuah hashtag yang berpengaruh pada foto Anda juga ikut bisa dianalisa. Lebih hebat lagi Iconosquare juga bisa melihat seberapa jauh performa dari rival-rival Anda.

 

3. Wishpond

Aplikasi penting selanjutnya untuk meningkatkan engagement di Instagram selanjutnya adalah Wishpond. Tool ini bisa membantu Anda untuk menjalankan sebuah kampanye sebagai salah satu jalan efektif meningkatkan engagement dan interaksi Anda terhadap calon konsumen serta cara yang cukup efektif pula untuk meningkatkan jumlah followers.

Keunikan aplikasi ini terletak pada upaya untuk mengarahkan followers. Mereka yang mengikuti kampanye buatan Anda lewat Wishpond bisa diarahkan untuk mengikuti beberapa akun tertentu supaya interaksi dan keaktifan mereka bisa tetap terjaga.

 

4. Later

Mungkin fitur ini sudah lebih familiar di kalangan para pengguna Facebook, karena di medsos dengan pengguna lebih dari 2 miliar itu, para penggunanya bisa menjadwal posting suatu konten pada jam tertentu. Fitur scheduling ini juga populer di Twitter berkat Tweetdeck, sehingga bisa tetap memposting sekalipun Anda sedang tidak online. Sayangnya, fitur serupa tidak tersedia secara native di platform Instagram, sehingga Anda memerlukan tool eksternal seperti Later.

Baca Juga:  Mengungkap Kepribadian Seseorang Melalui Status dan Perilaku di Facebook

Aplikasi ini memungkinkan Anda menjadwalkan upload konten baru di Instagram. Tak cuma bisa digunakan di desktop dan mobile, Later juga memungkinkan user untuk login ke sejumlah akun sekaligus, seperti yang sudah dilakukan Instagram lewat aplikasinya.