News

Ingin Menjelajahi Ruang Angkasa? Google Street View Bisa Membantu Anda

menjelajahi ruang angkasa di google street view - google
Modul yang menjadi area kerja astronot di ISS [Foto: Google]
Kalau tidak digunakan untuk mendapatkan arah dan mencari jalur lalu-lintas terbaik untuk mencapai tujuannya, Google Street View kemungkinan digunakan untuk melihat-lihat situasi pasar yang ramai di Bangkok, menelusuri jalan-jalan tepi sawah di pedesaan Bali, melayang di atas karang berwarna-warni di Bahama, atau menghitung penguin Adélie di Antartika.

Selama beberapa menit, Anda bisa melihat dan menelusuri bagian teraneh dan terindah di planet ini, yang mungkin tidak bisa Anda lihat sendiri pada saat itu. Tapi kali ini, Anda juga bisa menjelajahi bagian-bagian alam semesta yang berada di luar planet ini.

Gambar terbaru di Google Street View berasal dari dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) alias International Space Station, laboratorium penelitian mengorbit 250 mil di atas Bumi dengan kecepatan lebih dari 17.500 mil per jam.

Menurut laporan The Atlantic, gambar-gambar tersebut diambil awal tahun ini oleh astronot Badan Antariksa Eropa alias European Space Agency (ETA) Thomas Pesquet. Dia adalah seorang astronot Prancis, yang mengambil gambar ketika melayang melalui stasiun dari modul ke modul, menggunakan kamera DSLR yang sudah terpasang pada bajunya.

Baca Juga:  Sistem AI DeepMind Milik Google Kini Dapat "Belajar Sendiri"

Dalam mengambil gambar, terkadang dia menjepret apa saja dengan gaya candid. Lagipula, apa gunanya tripod dalam gaya-berat mikro? Ketika dia perlu menstabilkan kamera, Pesquet meletakkannya di atas tali bungee yang ditarik erat-erat di antara dua dinding modul. Dia mengirim foto-foto itu ke Bumi, di mana tim Google Street View memasukkannya ke sistem untuk membuat panorama stasiun luar angkasa. Mereka juga menambahkan anotasi yang menjelaskan kepada pengguna mengenai apa yang sedang mereka lihat.

Gambar-gambar tersebut memperlihatkan berbagai peralatan teknis dan benda sehari-hari yang menempel di dinding dengan kabel dan perekat. Mereka menunjukkan wilayah dimana astronot dan kosmonot melakukan penelitian, makan, berolahraga, dan ya, malah pergi ke kamar mandi.

NASA biasanya menggambarkan ukuran ruang kerja dan tempat tinggal di ISS yang mirip dengan rumah lima kamar tidur, namun deskripsi itu tidak memadai untuk menangkap tata letak stasiun. Di sana terlihat, 15 modul yang terhubung semuanya mencuat ke arah yang berbeda.

Pesquet mengatakan dalam sebuah video tentang proyek, bahwa stasiun tersebut terasa jauh lebih lapang daripada yang terlihat sebagian karena tidak ada lantai. Astronot bisa melayang sampai ke setiap dinding dan menggunakannya sebagai permukaan untuk berpijak. Menurut dia, di dana cukup nyaman. Tentu saja, setiap misi yang dilakukan di luar orbit Bumi akan membutuhkan orang-orang yang tidak keberatan tinggal di luar planet.

Baca Juga:  Opera Merilis Browser untuk Multitasker yang Sering Membuka Banyak Tab

Tim Google Street View menghabiskan dua hari menjelajahi replika ISS milik NASA di Houston untuk merancang instruksi bagi Pesquet. Di Bumi, kamera Street View dilekatkan pada mobil, troli, mobil salju atau ransel, tingkat stabilitas yang tidak dapat mereka tiru dalam ruang angkasa. “Semua prosedur Street View kami didasarkan pada adanya gravitasi,” canda salah satu anggota tim di video tersebut.

ISS sangat berbeda dengan pemandangan biasa yang dapat dijelajahi pengguna Google Street View. Anda tidak bisa mengharapkan hal yang sama. Saat Anda menggerakkan mouse untuk melihat pantai berpasir putih di Indonesia, Anda mungkin membayangkan suara ombak yang menjilat pantai, atau suara burung di pepohonan. Tapi di stasiun luar angkasa, tidak ada cuaca. Selama berbulan-bulan, astronot tidak merasakan angin sepoi-sepoi, kehangatan sinar matahari, atau suara makhluk hidup selain teman sekamar mereka.

Tapi Anda akan mengambang di luar angkasa, yang rasanya juga bisa sangat menyenangkan.