Opinion

Ini Bukti Smartphone Telah Mengubah Manusia Jadi ‘Zombie’, Anda Termasuk?

[Foto: businesstimes.com.sg]
Zaman sekarang, mungkin banyak orang yang lebih memilih tidak bawa dompet ketimbang tidak bawa ponsel saat bepergian. Ya, ini bisa terjadi karena smartphone sudah saking jadi bagian yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia.

Namun sayangnya, keberadaan smartphone diyakini bisa mengakibatkan berbagai dampak buruk jika salah dalam penggunaannya. Contohnya adalah kecanduan smartphone. Bayangkan saja, mereka yang mania gadget sanggup menatap layar smartphone berjam-jam tanpa ‘istirahat’.

Inilah yang memicu sebuah kata ‘zombie’ smartphone. Seperti apakah itu? Berikut adalah ulasannya.

Frase ‘Smombie’ di Jerman

Di Jerman, frase ‘Smombie’ resmi menjadi Youth World of The Year pada 2015. Kata ini adalah perpaduan kata dari smartphone dan zombie. Dimana, pengguna smartphone berjalan dengan menatap smartphone-nya dan mereka terlihat berjalan pelan dengan arah kurang beraturan layaknya zombie.

Di Jerman sendiri, sudah ada beberapa kejadian. Salah satunya kecelakaan Trem karena pejalan kaki terlalu sibuk dengan smartphone miliknya. Karena itu, Pemerintah kota Augsburg dan Cologne memasang lampu lalu lintas untuk pejalan kaki agar menghindarkan dari kecelakaan Trem.

Baca Juga:  Xiaomi Mi Band 2 Tak Akurat Jika Dipakai oleh Pengguna Berkulit Hitam

Selain itu, ada juga aplikasi “Watch Out!” yang terhubung dengan sinyal di setiap pemberhentian Trem. Aplikasi ini berfungsi untuk memberi notifikasi di smartphone agar penggunanya tidak mengalami kecelakaan saat dirinya terpaku pada smartphone-nya.

Lajur Smartphone untuk Pejalan Kaki di Cina

Di Kota Chongqing, Cina, sebuah trotoar terpisah untuk pengguna smartphone diperkenalkan ke publik pada September 2014 silam. Layaknya perbedaan lajur di jalan raya, lajur ini dibedakan hanya dengan cat putih. Meski tidak mengandalkan teknologi untuk membuatnya, pembedaan lajur ini membuat para pengguna smartphone lebih waspada ketika mereka terpaku pada smartphone.


Ini bukan pertama kalinya sebuah lajur pejalan kaki untuk pengguna smartphone dibuat. National Geographic TV pernah mengecat trotoar untuk membuat lajur serupa di Washington DC, sebagai bagian dari eksperimen sosial.

Sindrom ‘Phantom Phone Alerts’

Salah satu penyebab seseorang menjadi ‘zombie’ smartphone adalah ketidaknyamanan untuk tidak menatap layar smartphone, walau sebentar. Jika ada waktu senggang sedikit saja, tidak enak rasanya jika tidak mengecek notifikasi di smartphone.

Bahkan, ada sebuah fenomena yang dialami hampir semua orang. Di mana, orang merasa mendengar ponsel bunyi atau getar, padahal ketika diperiksa tidak ada apapun. Fenomena ini disebut ‘phantom phone alerts’, yang merupakan tanda dari ketagihan smartphone.

Daniel Kruger, ilmuwan dari University of Michigan mengatakan, ketika seseorang mengalami kecanduan ia menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan yang datang. Hal ini menyebabkan tanpa ada yang menghubunginya, ia akan merasa smartphone bergetar atau berbunyi.

Baca Juga:  Meninggal Karena Kanker, Remaja Putri Ini Minta Tubuhnya Diawetkan dengan Metode Kriogenik

Lampu Trotoar untuk Pejalan Kaki di Belanda

Di kota Bodegraven, Belanda, dipasang sebuah lampu trotoar untuk para ‘zombie’ smartphone pada Februari 2016 silam. Tujuannya adalah agar mereka tidak melewati batas trotoar dan berakhir tertabrak kendaraan di jalan raya.

Lampu trotoar ini dipasang di perempatan yang ramai dekat dengan sebuah sekolah. Lampu berbentuk garis tersebut didesain mencolok agar mudah dilihat, meski mata seseorang terpaku ke smartphone. Warnanya pun didesain sama dengan sinyal lalu lintas untuk pejalan kaki, yakni merah untuk berhenti dan hijau untuk jalan.

Frase ‘Dai Tau Juk’ di Hong Kong

Sebuah riset yang dilakukan Ipsos Group Research menyatakan, lebih dari 80 persen penduduk Hong Kong usia 15 hingga 34 tahun ternyata memiliki smartphone. Ternyata, angka ini cukup tinggi. Bahkan, masyarakat Hong Kong disebut sebagai masyarakat yang terobsesi pada smartphone.

Uniknya, ada frase dalam bahasa Cina Kanton yang menjelaskan fenomena ini, yakni ‘dai tau juk’. Atau dalam bahasa Indonesia, kira-kira berarti ‘suku kepala tunduk’.

Baca Juga:  Hal-hal Kunci dalam Video Marketing

Hal ini muncul dikarenakan secara stereotip, kegiatan orang-orang yang terpaku pada smartphone di tempat umum cukup membahayakan. Bahkan menurut MTR Corporation, perusahaan kereta bawah tanah di Hong Kong, seringkali para pengguna smartphone berjalan ke arah kereta, memenuhi koridor, dan terhenti di bawah eskalator untuk membalas chat.

Jadi, apakah Anda termasuk salah satu yang sudah terwabah ‘zombie’ smartphone?