Tips & Guide

Ini Dia 7 Software yang Saya Gunakan Untuk Menulis Blog

[Foto: pixabay.com]
Ada beberapa kenalan yang juga merupakan follower saya di dunia maya yang sering bertanya mengenai software yang saya gunakan untuk menulis blog. Biasanya saya akan menjawab pertanyaan mereka dengan spesifik sesuai pertanyaannya. Namun, jawaban yang saya berikan jadi kurang menyeluruh. Jadi, hari ini saya akan menulis semua software dan alat yang saya gunakan untuk menulis blog. Saya juga merekomendasikan software-software ini untuk Anda gunakan dalam menulis blog.

Sebagai seorang digital marketer yang agak senior, saya beranggapan bahwa yang saya tulis ini ditujukan kepada para follower saya di internet. Saya mengelompokkan para follower menjadi dua. Pertama, orang-orang yang tidak mengenal dan baru akan mengenal saya. Yaitu orang[0orang yang sedang mencari sesuatu melalui mesin pencari seperti Google. Kedua, mereka yang mengenal saya dan mengikuti setiap tulisan saya di media sosial. Mereka adalah para pengikut setia saya.

Google Docs. Seperti yang Anda ketahui, saya menulis di Utusan Biz setiap minggu. Saya menggunakan Google Docs atau Google Documents sebagai pengganti Microsoft Word dalam menulis setiap artikel. Software ini lebih mudah, ringkas, dan gratis. Lalu, artikel-artikel yang telah selesai akan dikirimkan melalui surel atau hanya dengan membagikan tautan artikel tersebut pada Editor Utama.

WordPress. WordPress adalah sebuah platform terbaik yang sangat komprehensif untuk menulis blog. Saya menggunakan WordPress dalam setiap tulisan blog saya. WordPress tidak hanya dapat digunakan di komputer, ia bahkan dapat digunakan di smartphone dan tablet PC. Banyak penulis blog Malaysia dan internasional yang menggunakan WordPress untuk memuat blog-blog mereka di internet. Tidak hanya mudah dan fleksibel, WordPress juga gratis. Jika saya ingin menggunakan versi premium, saya hanya perlu membayar versi tersebut yang harganya tidak begitu mahal. WordPress mempunyai fitur yang sangat dibutuhkan seperti manajemen konten, dan banyaknya tema yang dengan mudah dicari di Google. Ini yang membuat WordPress sangat berguna, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk 76,5 juta penulis blog lain.


Tumblr. Mesin pencari kedua yang sering digunakan setelah Google adalah Yahoo! Untuk memastikan tulisan saya dapat ditemukan di Yahoo! saya menggunakan Tumblr. Mungkin apa yang saya tulis di WordPress akan saya tulis juga di Tumblr, dan sebaliknya. Tapi ada juga tulisan saya di Tumblr yang tidak dimuat di media lain.

Facebook. Selain memprioritaskan pencarian di internet melalui mesin pencari, saya juga menulis di Facebook dengan menggunakan fitur Facebook Notes. Ia mirip WordPress dan memiliki fitur yang sama baiknya untuk menulis artikel. Tiap artikel yang saya tulis di Facebook Notes dikhususkan untuk para follower saya di Facebook, artikel-artikel dalam Facebook tidak akan saya bagikan ke media sosial lainnya.

Google+. Sama seperti Facebook, saya juga menulis di Google+. Ia adalah media sosial yang dibuat oleh Google. Tulisan saya di Google+ juga khusus untuk follower saya, dan tidak akan dibagikan ke media sosial lainnya.

Twitter. Dalam Twitter, menulis blog tidak dapat dilakukan karena postingannya dibatasi sampai 140 karakter saja. Di sini saya hanya akan menulis ringkasan yang dikenal dengan micro-blogging. Di samping tulisan yang ringkas, saya juga banyak membagikan tautan artikel yang ditulis di media sosial lain di Twitter. Penggunaan Twitter ini tidak saya batasi pada menulis dan membagikan artikel saja. Saya juga menggunakan Twitter sebagai alat untuk mengumpulkan artikel untuk dibaca. Dengan ini, saya dapat mengumpulkan dan membaca artikel-artikel di Timeline yang bisa saya gunakan untuk bahan tulisan saya selanjutnya.

Flipboard. Di Flipboard, saya dapat mengumpulkan dan menyimpan berbagai artikel untuk dibaca di lain waktu. Sebagai contoh, banyak artikel menarik yang saya lihat ketika berada di LRT yang tidak mengungkinkan untuk dibaca sampai selesai. Jadi, saya akan menyimpannya di Flipboard untuk dibaca saat di rumah maupun di kantor.

Tulisan ini adalah kontribusi dari Azleen Abdul Rahim, seorang blogger pemasaran digital di azleen.com, dengan penyesuaian standar LABANA.id

Baca Juga:  5 Hal yang Diprediksi Bakal Jadi Tren di Media Sosial pada 2017