Tips & Guide

Ini Saatnya untuk Mengubah Strategi Penulisan Demi Meningkatkan Penjualan Anda

[Foto: freshegg.co.uk]
Setiap minggu, saya sering sekali bertemu dengan berbagai macam pengusaha kecil dan menengah, baik yang menjalankan bisnisnya di Lembah Klang maupun yang di luar. Ada yang rela datang dari Alor Setar dan Mersing, semata-mata untuk berjumpa dengan saya dan ngopi bareng sambil mendiskusikan pemasaran digital. Dalam waktu sebulan, memang tidak terkira banyaknya kopi yang berada di dalam perut saya. Namun, saya bangga dengan pengusaha-pengusaha lokal yang sanggup memajukan dirinya sendiri dan bisnisnya masing-masing.

Hampir semua pengusaha yang saya temui memiliki pola permasalahan yang hampir sama. Produknya sangat bagus dan kualitasnya tinggi, tapi tidak ada orang yang membeli produk mereka. Meskipun memiliki jumlah pengikut yang mencapai lima digit di setiap media sosial yang ada, kebanyakan orang lebih sering bertanya dan tidak membeli. Lebih banyak juga orang yang suka memberikan Like dan Share daripada membeli. Bagi saya, tidak ada gunanya memiliki pengikut yang berjumlah 50.000 atau 250.000 sekalipun tetapi memiliki penjualan yang rendah yang tidak bisa menutupi biaya bulanan perusahaan. Saran saya adalah, ubah sedikit gaya penulisan Anda pada konten atau materi pemasaran yang ada untuk meningkatkan penjualan.

Baca Juga:  Pemasaran Konten: 15 Detik Terpenting Dalam Hidup Anda

Apapun yang Anda lakukan, selalu tempatkan diri sebagai pelanggan. Menurut hasil pengamatan saya, pada poster mereka, status di media sosial, dan konten pemasaran lainnya yang dibuat, mereka cenderung lebih sering menulis sesuka hati. Mereka menceritakan apa saja yang dapat mereka lakukan, atau fungsi-fungsi apa saja yang ada pada produk yang mereka jual. Tidak banyak yang menulis tentang manfaatnya bagi pengguna jika mereka membeli produk tersebut. Sebagai pengguna, kita memang mementingkan kualitas setiap produk yang dibeli, tetapi kita tidak akan membeli jika kita tidak tahu apa manfaat yang bakal kita dapatkan jika kita membelinya. Jadi, apa yang Anda tulis di setiap konten pemasaran Anda sangatlah penting. Fokus pada apa manfaat untuk para pembeli jika membeli produk Anda.

Gunakan bahasa yang mudah dicerna, tepat dan singkat. Tidak perlu menggunakan kalimat yang terlalu rumit untuk menjelaskan produk yang akan kita jual. Hal ini dikarenakan belum tentu semua orang bisa memahaminya. Bila mereka tidak mengerti, perhatian mereka akan beralih arah ke brand lain. Jadi, luangkan waktu Anda untuk memilih kata dan kalimat yang mudah, tepat dan ringkas ketika menceritakan sesuatu.

Baca Juga:  Mulai dari Nyatakan Cinta hingga Pesan Sarapan, Ini 9 Cara Kreatif Memanfaatkan Spotify

Ide-ide baru akan muncul setelah Anda melaksanakan strategi konten Anda. Kebanyakan pengusaha lebih sering membuat perencanaan yang rapi daripada melaksanakan apa yang direncanakan. Ini merugikan. Mereka tidak sadar bahwa akan ada banyak ide-ide baru yang jauh lebih berkualitas jika mereka mulai menjalankan strategi yang direncanakan.

Selalu ramah terhadap pelanggan setiap saat, di mana saja dan tetap santai. Beberapa pengguna akan mulai mengirim pesan secara langsung melalui Direct Message yang ada pada media sosial Anda. Di sini, setiap kata yang Anda tulis memainkan peranan penting untuk mendorong mereka mempertimbangkan keputusan untuk membeli dari Anda atau tidak. Jadi, pastikan kata-kata yang ditulis itu ramah dan mengajak mereka untuk mencoba produk Anda terlebih dahulu. Jangan sampai ajakan tersebut jadi terlalu mendesak bagi mereka. Lakukan sambil bergurau ataupun bercanda. Jika mereka menganggap Anda terlalu mendesak, maka mereka akan meninggalkan Anda.

Tulisan ini adalah kontribusi dari Azleen Abdul Rahim, seorang blogger pemasaran digital di azleen.com, dengan penyesuaian standar LABANA.id.