Opinion

Ini yang Harus Diketahui Tentang Content Marketing untuk B2B

[Foto: pexels.com]
Content marketing menjadi salah satu teknik marketing yang paling populer sepanjang tahun 2016. Teknik ini juga diprediksi akan terus berada di posisi puncak sepanjang 2017, terutama untuk bisnis dengan model B2B. Sebuah survey menunjukkan 88% digital marketer pada perusahaan B2B menggunakan content marketing untuk meningkatkan pencapaian target sepanjang tahun 2016. Survey lain juga menunjukkan bahwa blog dengan konten yang lebih sering diupdate, yakni lebih dari 11 post akan mendatangkan traffic tiga kali lipat lebih banyak.

Berbagai hal yang telah disebutkan sebelumnya nampaknya menjadi alasan kuat bagi Anda untuk juga menggunakan content marketing sebagai salah satu teknik untuk mencapai target marketing yang lebih tinggi di tahun 2017. Sementara, bagi Anda yang telah menerapkan teknik ini, Anda bisa lebih mengimprovisasinya agar memperoleh hasil yang lebih maksimal.

Dalam tulisan ini, akan dibahas beberapa hal yang penting menjadi catatan bagi Anda yang melakukan teknik content marketing dalam bisnis B2B. Anda bisa melihat berbagai peluang, tantangan, sekaligus insight perihal mana yang harus menjadi prioritas Anda selama tahun 2017 ini.

Baca Juga:  5 Startup Fintech Populer di Indonesia

Persaingan yang lebih ketat

Industri digital merupakan sebuah bisnis yang sangat manis untuk digarap dengan sungguh-sungguh. Itulah kenapa di tahun 2017 ini, banyak perusahaan B2B yang tidak segan-segan menggelontorkan dana untuk meraih tujuan-tujuan bisnisnya. GroupM memprediksi bahwa di quarter pertama 2017 ini, perusahaan B2B di seluruh dunia mengeluarkan sekitar $1 trilyun untuk marketing. Dari seluruh budget tersebut, sebanyak 29% budgetnya dialokasikan untuk content marketing. Sementara, untuk tahun depan, mereka mengalokasikan sebesar 39% untuk content marketing.


Sementara sebuah survey menunjukkan angka sebanyak 88% perusahaan B2B menggunakan content marketing, survey lain menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun terkait teknik marketing ini. Content Marketing Institute melaporkan bahwa di 2017 setidaknya 89% perusahaan B2B menggunakan content marketing dalam salah satu strateginya. Angka ini meningkat dari tahun 2016 sebanyak 88%, tahun 2015 sebanyak 88%, dan 2014 sebanyak 86%. Perlu juga digarisbawahi bahwa sebanyak 11% responden yang belum menggunakan content marketing di tahun 2016 tersebut telah merencakan untuk menggunakannya dalam 12 bulan ke depan.

Baca Juga:  Sembilan Strategi Blog yang Tidak Akan Gagal Menarik Pembeli

Fakta ini tentu saja menjadi cambuk bagi setiap digital marketer untuk berinovasi lebih kencang dan bekerja lebih cerdas. Sebab, jika persaingan modal telah masuk ke medan perang, satu-satunya yang bisa digunakan adalah strategi dan kompetensi yang mumpuni untuk mengungguli lawan demi penghematan budget. Tak hanya itu, tentu saja dalam melakukan content marketing ini, digital marketer dituntut untuk melakukan perencanaan yang matang, baik untuk dieksekusi dalam jangka waktu singkat maupun panjang.

Variasi konten yang lebih beragam

Semenjak awal content marketing mulai populer digunakan, yakni tahun 2014, umumnya, content yang paling mendominasi adalah teks melalui blog. Blog memang menjadi cikal bakal populernya content marketing di kalangan pemain bisnis, khususnya model B2B. Kemudian, seiring dengan munculnya channel-channel marketing lain, variasi konten pun makin beragam.

Ada beberapa jenis content marketing yang akan ramai digunakan sepanjang tahun 2017. Social media content menempati urutan pertama sebanyak 83% disusul dengan blog sebanyak 80%. Sisanya adalah email newletter (77%), in-person events (68%), e-book (65%), video (60%), dan infografis serta webinars dengan persentase yang sama yakni 58%.

Baca Juga:  5 Teknologi yang Berpotensi Menggantikan Peran Password

Sementara untuk penyebarannya, sebanyak 93% perusahaan B2B masih mempercayakannya melalui email marketing. Sisanya di media sosial populer seperti LinkedIn, Facebook, maupun Twitter. Menyusul dengan fitur advertising yang ditawarkan media sosial, 84% audiens menjawab menggunakan paid promotion untuk penyebaran konten. Meski demikian, secara keseluruhan, para digital marketing experts ini masih menganggap Search Engine Marketing masih menjadi channel populer yang paling banyak digunakan.

Dengan demikian, sebagai digital marketing specialist, khususnya di perusahaan B2B, Anda semakin siap menghadapi persaingan bisnis di tahun 2017. Jangan lupa juga untuk selalu melakukan riset dan melihat tren terbaru agar teknik marketing Anda terus relevan dengan perkembangan zaman. Selamat mencoba!