Review

Inilah Bedah Replantasi yang Sukses Dilakukan Pertama Kali di Dunia

[Foto: mycoastnow.com]
Bedah replantasi merupakan prosedur bedah yang bertujuan untuk menyambungkan kembali dan mempertahankan fungsi bagian tubuh yang teramputasi. Seiring perkembangan teknik bedah dan teknologi, kini replantasi bisa dimanfaatkan untuk menyambungkan bagian tubuh seperti jari kaki, kaki, tungkai, telinga, bibir, lidah, bahkan alat kelamin.

Prosedur bedah ini terbilang rumit. Karena tim ahli bedah perlu memperbaiki dan menyambungkan pembuluh darah, saraf, dan tendon yang rusak.

Namun, pada 23 Mei 1962, adalah hari bersejarah bagi para tim ahli bedah di UGD Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston.  Pasalnya, mereka sukses melakukan penyambungan anggota tubuh manusia untuk pertama kalinya di dunia.

Cerita berawal dari seorang remaja 12 tahun bernama Red Knowles. Ia berusaha menaiki kereta barang di Somerville, Massachusetts, Amerika Serikat. Namun, ia terlempar ke dinding berbatu. Dampaknya pun fatal, lengan kanannya robek sampai ke bahu.

Pada 23 Mei 1962, tak berapa lama setelah kejadian itu, ambulans polisi membawanya ke ruang UGD Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston. Sesampai di sana, ternyata lengan Knowles putus. Melansir dari laman Weird, ahli bedah rumah sakit langsung berupaya mengoperasinya.

Baca Juga:  Bisakah Kita Lakukan Perjalanan dengan Laju Melebihi Kecepatan Cahaya?

Ronald Malt, ketua tim operasi, meletakkan lengan Knowles di atas es. Lalu, Malt mengumpulkan ahli bedah yang dibutuhkan. Semua teknik yang digunakan tim bedah pada hari itu sudah digunakan, tapi mereka tidak pernah menemukan kombinasi lengkap yang menyelamatkan seluruh anggota tubuh pasien.

Untungnya, tim ahli bedah tetap berusaha keras. Dalam beberapa jam, ahli bedah itu berhasil menghubungkan kembali pembuluh darah Knowles, menyelamatkan tulang lengannya dan mencangkokkan kulit serta otot bersama-sama.


Namun, misi mereka belum selesai. Karena tim ahli bedah masih perlu menunggu untuk memasang kembali saraf Knowles. Lalu, denyut nadi kembali ke pergelangan tangan.

Setelah berhasil disambungkan, Knowles membutuhkan beberapa tahun untuk sembuh total. Pada September 1962, dokter memasang kembali empat batang saraf utama Knowles. Dalam beberapa pekan, Knowles mengeluh sakit parah pada lengan.

Setahun pasca operasi, lengan dan jari Knowles sensitif terhadap panas, dingin dan sentuhan. Namun untungnya, Knowles bisa menggerakkan jari dan menekuk pergelangan tangannya. Ia membaik, bisa bermain bisbol dengan satu tangan kirinya. Setahun setelahnya, ia semakin menunjukkan kemajuan, bisa bermain tenis dan bisbol. Tahun keempat sejak operasi, Knowles pun sembuh.

Baca Juga:  Aplikasi Ini Bisa Mendeteksi Perempuan Hamil Agar Dapat Tempat Duduk

Pada tahun sembuhnya Knowles, ahli bedah pun melakukan puluhan operasi serupa, tapi semuanya gagal setelah setengah menjalani proses bedah. Dari situ, peneliti kemudian berkesimpulan, penyambungan kembali anggota badan berpeluang sukses, dalam hal pasien berusia di bawah 30 tahun dan tanpa cedera besar.

Kunci keberhasilan bedah replantasi

Keberhasilan bedah replantasi sangat ditentukan tindakan pertama dalam menangani bagian tubuh yang terputus. Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan harus benar, sehingga bagian tubuh bisa tersambung kembali.

Demikian pernyataan dari Dr. Mendy H. Oley SpBP-RE kepada Tribun Manado. “Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui penanganan ketika ada bagian tubuh putus, padahal hal tersebut sangat menentukan ketika diambil tindakan medis,” ujarnya.

Mendy menambahkan, cara penanganan jika ada kasus terputusnya seperti jari tangan, bagian tangan, kaki maupun anggota tubuh lain adalah segera dibersihkan dengan air mengalir.

Setelah itu, dikeringkan dengan menggunakan tisu. Selanjutnya, bungkus menggunakan kantong plastik yang tidak bocor, lalu simpan di dalam tempat yang sudah diisi oleh es batu. Sedangkan lukanya segera dibungkus dengan perban, kemudian segera dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga:  ReplyASAP, Aplikasi Unik yang ‘Memaksa’ Anak Segera Membalas Pesan dari Orangtua

Penyimpanan bagian tubuh tersebut seringkali langsung dimasukkan ke tempat yang terdapat es batu, tanpa dibungkus. Justru, hal itu akan membuat rusak jaringan. Sedangkan waktu untuk bagian tubuh disambung kembali adalah maksimal enam, jika lebih kemungkinannya akan tipis.