Tips & Guide

Jaga Loyalitas Customer Melalui 4 Cara Ini

[Foto: pexels.com]
[Foto: pexels.com]
Dalam dunia marketing, tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menjaga loyalitas customer menjadi pekerjaan yang cukup serius. Kenyataannya, dalam funnel marketing, loyal customer menduduki posisi tertinggi di mana hanya akan ada sedikit jumlah yang terseleksi dari banyaknya orang yang berpotensi menjadi calon customer. Meskipun demikian, sulit bukan berarti tidak mungkin. Setidaknya ada beberapa tahapan yang bisa kita lakukan sebagai marketer untuk tetap menjaga loyal customer ini setia melakukan transaksi.

Berikan value pada produk

Terkadang kita menjumpai sebuah kasus di mana terdapat dua produk yang sama, baik secara kualitas maupun harga. Namun, keduanya memiliki revenue yang berbeda. Bahkan bisa dikatakan jauh berbeda. Perusahaan A memiliki pendapatan yang didapatkan dari penjualan mencapai 3 kali lipat dari Perusahaan B. Padahal, sebagai orang yang sama-sama terbuka dengan produk baru, kita mengetahui jelas bahwa keduanya tak begitu jauh berbeda. Baik dari segi harga, kualitas, maupun brand.

Sering kita jumpai bahwa kenyataannya, customer membeli sebuah produk tidak semata-mata karena kebutuhan. Sebagian besar dari mereka membeli sebuah produk karena value yang ditawarkan. Misalnya, untuk contoh kasus di atas, ternyata dalam strategi marketing Perusahaan A, mereka menawarkan kepada customernya amal dan acara kemanusiaan lewat pembelian produk mereka, yakni air mineral. Setiap customer membeli 1 liter air mineral dari Perusahaan A, maka jumlah itu akan dikonversikan menjadi 11 liter air bersih untuk daerah yang kekeringan. Kini kita paham bahwa value produk air mineral Perusahaan A tersebut tidak hanya sebagai air minum, tetapi bernilai lebih sebagai media untuk berbuat baik pada orang lain.

Buatlah penawaran yang lebih personal

Sebagian marketer masih memiliki kepercayaan bahwa email marketing masih efektif digunakan sampai saat ini. Email yang dikirim secara broadcast menawarkan berbagai hal kepada semua customernya. Mungkin hal itu bisa saja masih efektif. Namun, bayangkan apabila Anda menerima sebuah email yang menyebut nama Anda dalam kata pembukanya. Tentu, sebagai customer Anda akan merasakan hal yang berbeda dibandingkan jika Anda dinilai seperti customer pada umumnya.

Penawaran personal akan memberikan kesan perusahaan menganggap seorang customer adalah orang yang spesial. Biasakan untuk mengirim penawaran dengan menyebut nama dan ditujukan secara personal. Hal tersebut dinilai akan lebih menyentuh emosi customer untuk tetap loyal meski telah berkali-kali melakukan transaksi.


Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID