News

Kabel Bawah Laut Milik Google yang Hubungkan AS-Jepang Sudah Mulai Beroperasi

[Foto: Techcrunch.com]
Pada tahun 2008 lalu, Google dikabarkan telah menyuntikkan dana pada sejumlah proyek kabel bawah laut. Salah satu investasi terbesar yang pernah mereka lakukan adalah sebuah investasi pada jaringan kabel FASTER yang terbentang dari Jepang sampai West Coast, Amerika Serikat yang bernilai $300 juta (setara Rp 3.9 triliun). Pada tahun 2014 lalu, Google juga mengumumkan bahwa mereka telah menjalin kemitraan dengan Global Transit, China Telecom Global, Singtel, China Mobile International, dan KDDI, untuk menghubungkan kedua negara tersebut. Lalu pada hari ini (30/06/16), Google mengumumkan bahwa kabel bawah laut tersebut kini sudah mulai beroperasi.

Kabel yang sepanjang 9.000 km ini diklaim bisa menyajikan bandwith yang mencapai kecepatan 60 Terabits per detik (Tbps). SVP Engineering Infrastructure Google, Urs Holzle, bahkan mengatakan bahwa kecepatan tersebut “kurang lebih 10 juta kali lebih cepat dari kabel modem Anda.”

Kabel ini dikabarkan akan memberikan Google akses yang mencapai kecepatan 10 terabyte per detik (Tbps) pada sepasang kabel yang akan menghubungkan Chikura dan Shima di Jepang dengan daerah Bandon, Oregon.

Selain menyediakan koneksi yang lebih baik untuk Amerika Serikat dan Jepang, jaringan FASTER ini juga akan menghubungkan Jepang dengan Taiwan melalui dua pasang kabel fiber yang memberikan kapasitas awal sebesar 20 Tbps. Menurut laporan tersebut, ekstensi antara Taiwan dan dua lokasi di Jepang ini sepenuhnya dimiliki oleh Google.

Rupanya bukan Google saja yang berupaya melakukan investasi pada kabel bawah laut. Sebut saja Microsoft yang baru-baru ini mengumumkan kemitraannya dengan Facebook untuk membangun kabel bawah laut trans-Atlantik yang tercepat. Kabel ini dikabarkan memiliki kecepatan 160 Tbps guna memberikan koneksi yang lebih baik antara wilayah East Coast Amerika Serikat dan Eropa.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID