News

Kurir Robot Akan Segera Beroperasi di Inggris, Jerman, dan Swiss

[Foto: Starship Technologies]
Pada akhir bulan Juli ini, delivery robot atau kurir robot keluaran Starship akan segera menyambangi jalanan di Inggris, Jerman, dan Swiss. Perusahaan ini juga telah bermitra dengan Just Eat, perusahan pengantar paket asal Jerman Hermes, retailer Jerman Metro Group, dan startup kuliner asal London, Pronto.co.uk.

Sebagai bagian dari programnya di Eropa, puluhan robot akan dikerahkan di lima kota guna menjalankan uji coba pengiriman dan memperkenalkan robot tersebut kepada publik. Robot yang dikembangkan oleh Starship Technologies ini ditujukan untuk mengirimkan paket, bahan makanan, dan makanan kepada konsumen dalam cakupan jarak yang mencapai radius tiga mil. Kabarnya, program serupa akan dilaksanakan di Amerika Serikat dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada yang pernah melakukan pengiriman dengan menggunakan robot darat,” kata Allan Martinson, Chief Operating Officer dari Starship, sebuah perusahaan Estonia yang dua tahun lalu didirikan oleh mantan co-founder Skype, Janus Friis dan Ahti Heinla.

Robot kurir ini dilengkapi dengan troli otomatis beroda enam yang dapat melakukan perjalanan hingga 4 mph untuk jarak sekitar 10 mil. Robot ini menggunakan sinyal GPS dan sembilan kamera untuk menavigasi dan menghindari rintangan.

Robot ini dapat bergerak secara otonom meskipun dalam prosesnya mereka akan dimonitor oleh staf yang berjaga di pusat kontrol. Pada uji coba perdananya, robot ini dikabarkan telah mencapai jarak 5.000 mil tanpa terjadi kecelakaan sama sekali. Cukup menjanjikan, bukan?

Pada awalnya, mereka khawatir mengenai reaksi publik terhadap robot tersebut. Tapi Martinson meyakinkan bahwa masyarakat nampaknya sudah terbiasa ketika melihat robot pengirim tersebut beroperasi “Reaksi yang paling mengejutkan adalahnya kurangnya reaksi [dari publik],” kata Martinson. “Tapi anak-anak menyukainya. Kami pernah melihat anak-anak yang mencoba untuk mengejar dan memeluknya. Seorang anak bahkan mencoba untuk memberi makan pisang [pada robot itu].”

[Foto: Starship Technologies]
Ketakutan lain yang mereka hadapi adalah potensi adanya orang-orang yang mengganggu robot tersebut atau mencoba untuk mencuri robot beserta isinya. Untuk mencegah hal ini, robot ini dilengkapi dengan sembilan kamera, penangkap audio dua arah, dan sensor gerakan yang mengirimkan peringatan jika robot diangkat dari tanah. Selain itu, robot ini hanya dapat terbuka dengan menggunakan kode akses yang diberikan kepada pelanggan melalui notifikasi. “Pada intinya, jauh lebih mudah untuk mengutil daripada mencuri robot ini,” tutup Martinson.

Tapi sebelum itu, tentu saja Starship perlu meningkatkan kemampuan otonomi dan navigasi robot ini terlebih dahulu, mengingat pada saat uji coba, robot-robot ini masih dimonitor oleh manusia.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID