Tips & Guide

Lakukan 5 Tips dari Microsoft Agar Internetan Lebih Aman Selama Libur Lebaran

[Foto: capitalfm.co.ke]
Dibalik kemudahan yang diberikan oleh internet, tersimpan bahaya yang mengancam para penggunanya. Salah satunya adalah serangan siber yang kini semakin marak. Bahkan, serangan siber sudah menyebabkan kerugian pada ekonomi global. Karena itu, memiliki perangkat lunak dan sistem tepercaya menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk perlindungan diri.

Dalam momen liburan ini, penggunaan internet diperkirakan meningkat selagi banyak orang pulang ke kampung halamannya masing-masing dan merayakan Lebaran. Nah, supaya perjalanan online Anda lebih aman dan terlindungi, berikut adalah lima tips dari Microsoft yang patut Anda simak.

1. Gunakan kata sandi unik untuk semua perangkat
Kata sandi berlaku seperti pintu, karena fungsinya sebagai pertahanan untuk memastikan data pribadi dan informasi Anda disimpan dengan aman. Oleh karena itu, memilih sandi yang tepat menjadi krusial.

Memilih frase yang merupakan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka dan simbol merupakan hal yang ideal dan tidak selalu merupakan hal rumit. Pikirkan quote yang Anda sukai dari film atau lagu, lalu buatlah sedikit perubahan.

Baca Juga:  Pada Bulan Ini, Office 365 Akan Mendapatkan Fitur Baru Berbasis Cloud

Jika sudah membuat kata sandi yang tepat, pastikan Anda tidak menggunakan sandi yang sama untuk semua hal. Ciptakan sandi yang berbeda-beda untuk bank, akun email, gawai pribadi dan hal lainnya untuk mengurangi risiko privasi.

2. Lebih selektif menerima permintaan teman di media sosial
Mungkin hal ini terlihat tidak terlalu berbahaya. Namun, ini merupakan hal penting untuk tidak membiarkan siapa saja masuk dan mengakses informasi pribadi Anda. Sebab, situs media sosial terkadang memperbolehkan orang untuk mengirimkan pesan kepada Anda dan juga akses kepada foto pribadi serta informasi Anda. Padahal, akan lebih aman jika dibagikan kepada keluarga dan teman-teman Anda saja.


Anda juga harus melakukan pengaturan atau pilihan pada layanan seperti Facebook dan Twitter untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat profil, foto dan informasi mengenai Anda. Dalam beberapa hal, juga memungkinkan Anda untuk mengatur profil Anda untuk tidak muncul pada laman pencarian.

3. Lindungi informasi pribadi dan sensitif Anda
Terkadang, Anda harus memasukkan informasi pribadi dan sensitif Anda secara online. Sebelum melakukan hal ini, carilah tanda yang menunjukkan bahwa situs ini aman. Misalnya, memastikan bahwa alamat portalnya adalah “https” dan ada simbol gembok terkunci di sebelah URL di sisi atas layar Anda.

Baca Juga:  Tips Cegah Laptop Tidak Overheat Atau Cepat Panas

Selain itu, hindari memberikan informasi sensitif apapun, misalnya detail bank, nomor akun dan kata sandi, yang diminta melalui email atau pesan di jejaring sosial.

Pastikan juga bahwa situs yang Anda buka atau email yang Anda terima benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Karena bisa saja mereka merupakan penipuan phishing yang berpura-pura berasal dari perusahaan atau bermaksud membohongi agar Anda mau memberikan informasi sensitif.

4. Ambil bagian untuk menentukan reputasi online Anda
Anda harus kembali mengevaluasi ulang kehadiran Anda di internet secara berkala. Caranya adalah dengan mencari diri Anda sendiri pada mesin pencarian, lalu lihatlah hasilnya. Anda mungkin menemukan beberapa informasi (yang mungkin Anda ingin untuk jaga secara pribadi) bisa dilihat oleh siapa saja.

Jadi, Anda bisa mengambil langkah dengan cara menyesuaikan aturan privasi Anda. Pastikan juga bahwa informasi yang bisa dilihat oleh publik adalah mencerminkan informasi yang akurat dan positif tentang diri Anda.

5. Buatlah aturan yang jelas untuk pemakaian web dan games Anda
Dengan menggabungkan panduan dan pengawasan, maka akan membantu Anda untuk memastikan penggunaan internet sesuai dengan tingkat usia dan nilai-nilai yang dipegang keluarga Anda.

Baca Juga:  Cara Mengembalikan Data Ter-backup dan Menormalkan PC Pasca Serangan Ransomware

Selain itu, Anda juga harus selalu mengawasi kegiatan anak Anda di dunia maya dan dengan siapa saja ia berinteraksi. Hal ini tidak hanya berlaku untuk jejaring sosial, tapi juga games, yang sering memperbolehkan pemain untuk berinteraksi dengan pemain lainnya melalui pesan atau suara.