News

Layanan Pencegahan Bunuh Diri di Facebook Kini Tersedia Secara Global

[Foto: emaze.com]
Facebook mengumumkan bahwa sekarang layanan Suicide-Prevention atau Pencegahan Bunuh Diri pada Facebook sudah bisa diakses di seluruh belahan dunia. Layanan yang sebelumnya hanya tersedia di beberapa negara ini kini memperbesar ruang lingkupnya dengan bekerja sama dengan organisasi-organisasi kesehatan jiwa seperti Save.org, Forefront, dan Lifeline.

Fitur Pencegahan Bunuh Diri ini memungkinkan para pengguna Facebook untuk melaporkan dengan mudah dan cepat perihal postingan dari teman yang memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri atau melukai diri (self-harm).

Postingan yang telah dilaporkan akan segera ditinjau oleh sebuah tim khusus di Facebook yang terdiri dari ratusan orang di seluruh dunia yang memonitor postingan tersebut secara non-stop. Facebook juga menyatakan bahwa orang-orang yang tergabung dalam tim ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan khusus.

Pengguna yang telah dilaporkan akan mendapatkan pilihan menu seperti ‘Contact helpline’ untuk langsung menghubungi tim khusus yang bisa membantu; ‘Talking with a friend’ yang dilengkapi dengan template pesan yang bisa dikirim untuk meminta pertolongan pada seorang teman;  ‘Get tips and support’ yang berisi materi-materi tentang pencegahan bunuh diri; dan yang terakhir adalah ‘Skip this’ yaitu opsi untuk mengabaikan tawaran bantuan ini.

Menurut laporan The New York Times, Facebook mulai mencanangkan layanan pencegahan bunuh diri ini pada sepuluh tahun yang lalu, setelah sejumlah orang bunuh diri di Palo Alto, California. Palo Alto merupakan lokasi markas utama Facebook yang dulu, dan juga kota tempat tinggal pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Layanan pencegahan bunuh diri diharapkan bisa menyelamatkan nyawa banyak orang dan meningkatkan awareness masyarakat mengenai masalah-masalah yang terkait dengannya. Beberapa organisasi non-profit beserta para peneliti berharap agar Facebook bisa lebih agresif lagi sehingga langkah ini bisa ditiru oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya. Hal ini dianggap sangat penting mengingat angka kematian yang diakibatkan oleh bunuh diri jumlahnya terhitung lebih tinggi daripada kecelakaan mobil, pembunuhan, atau kanker payudara.

Namun, Facebook juga diharapkan bisa menyeimbangkan layanan ini dengan privasi 1,65 milyar pengguna aktifnya. Facebook tentunya tidak mau kejadian pada tahun 2014 terulang. Saat itu Facebook mendapat banyak kecaman karena telah melakukan eksperimen psikologi terhadap sejumlah penggunanya tanpa izin.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID