News

Lebih Perhatikan Pengemudi, Uber Tambahkan Fitur ‘Pemberian Tip’ di Aplikasinya

[Foto: Shutterstock/Worawee Meepian]
Selama ini, jika kita berkendara dengan Uber, Grab, atau Gojek, kita seringkali memberi tip kepada pengemudi. Hal ini nampaknya sudah jadi “aturan tak tertulis” jika memang ingin mendapat lima bintang dari si pengemudi, dan mengindari cap “tidak berprikemanusiaan.” Pemberian tip dari penumpang, menurut beberapa pengemudi, menjadi hiburan tersendiri karena rendahnya tarif jasa yang ditetapkan perusahaan bagi mereka.

Perusahaan penyedia layanan transportasi online Uber, menanggapi hal ini, telah mengumumkan akan membuat berbagai perubahan untuk memastikan para pengemudinya mendapat bayaran lebih, termasuk tambahan opsi pada aplikasi yang memberi pilihan kepada penumpang untuk memberi tip pada supir mereka.

Fitur tambahan untuk memberi tip ini telah diluncurkan pada Kamis, 22 Juni ini di Seattle, Minneapolis, dan Houston, Amerika Serikat (AS), sebagai ujicoba sehingga perusahaan “dapat menciptakan pengalaman terbaik.” Opsi untuk menambah tip akan tersedia untuk semua kota di AS pada akhir Juli.

Perubahan signifikan lainnya termasuk memperpendek jendela pembatalan—di mana penumpang dapat membatalkan tanpa penalti—dari lima menit menjadi dua menit. Pengemudi juga akan mulai mendapatkan tarif per menit untuk menunggu, jika pengendara membuat mereka menunggu lebih lama dari dua menit setelah kedatangan.

Baca Juga:  Airbnb Menguji Aplikasi Baru Yang Bisa Memberi Rekomendasi Acara dan Restoran Lokal

Pengemudi juga akan dibayar ekstra untuk perjalanan yang dilakukan penumpang remaja, sebanyak dua dolar yang ditambahkan ke tarif dasar.

Uber menyebut perubahan ini sebagai “perbaikan besar yang akan membuat pengemudi lebih fleksibel dan tidak stres, memberi pengemudi penghasilan tambahan, dan dukungan yang dapat diandalkan.”

Perubahan akan diluncurkan kota demi kota sepanjang musim panas. Uber mengatakan akan memperbarui berbagai perubahan yang dibuat, yang dijuluki “180 Days of Change.” Program ini ditulis oleh Rachel Holt dan Aaron Schildkrout, eksekutif utama Uber untuk Operations and Driver Experience di AS.

Penambahan pilihan tip membawa Uber sejalan dengan kebijakan Lyft, pesaing paling signifikan di AS, yang telah memasukkan opsi tip sejak awal.

“Kami sudah mendengarnya,” tulis Holt dan Schildkrout. “Anda (para pengemudi) telah memberi tahu kami apa yang Anda inginkan, dan sekarang saatnya kita melangkah dan memberi Anda pengalaman berkendara yang Anda layak dapatkan, karena, sederhananya, Uber tidak akan ada tanpa para pengemudi.”

Pekan lalu, Uber memberlakukan serangkaian perubahan yang direkomendasikan oleh penyelidikan internal. Perubahan tersebut termasuk memecat beberapa eksekutif, dan CEO Travis Kalanick telah menyatakan mengundurkan diri.

Baca Juga:  Selamat Tinggal, Windows Vista!

New York City Independent Driver Guild (IDG) dengan cepat mengumumkan kemenangan atas masalah tip ini, yang telah lama berada di puncak daftar permintaan gilda tersebut.

“Pengumuman tip hari ini merupakan kemenangan penting bagi pengemudi dan membuktikan bahwa ribuan pengemudi telah berhasil mengumpulkan suara dan membuat perubahan besar,” pendiri IDG Jim Conigliaro Jr. mengatakan dalam sebuah pernyataan e-mail. “Memotong tarif layanan di tengah persaingan ketat taksi online telah membuat tip menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Ini adalah langkah awal yang penting menuju industri transportasi online yang lebih adil.”