News

LeEco Rela Rogoh Kocek Rp 26 Triliun Demi Mengakuisisi Vizio

[Foto: engadget.com]
Persaingan di dunia petelevisian akan semakin memanas, apalagi setelah kerja sama antara kedua perusahaan ini. Pada hari Selasa lalu, perusahaan teknologi asal Tiongkok, LeEco, dikabarkan telah membeli perusahaan produsen TV asal Amerika, Vizio, dengan harga $ 2 miliar (setara Rp 26,26 triliun.) Kesepakatan ini akan menyatukan produsen televisi murah terbesar di Amerika Serikat dengan perusahaan yang belum begitu terdengar namanya di luar Asia.

LeEco, yang seringkali dianggap sebagai Netflix-nya Tiongkok, ternyata menggeluti bisnis video streaming dan smart TV juga di negara asalnya. Bahkan, pendirinya pun memiliki ambisi besar untuk mengantarkan perusahaannya memasuki berbagai industri, mulai dari ponsel sampai mobil swa kemudi.

“LeEco percaya pada inovasi teknologi, ekosistem yang lengkap, dan penekanan harga. Mengakuisisi Vizio merupakan langkah penting dalam strategi globalisasi kami, [terutama] untuk memperkenalkan brand kami di Amerika Utara, ” ujar pendiri dan CEO LeEco, Jia Yueting, dalam sebuah pernyataan.

William Wang, pendiri Vizio, mendirikan perusahaan ini empat belas tahun yang lalu dan dengan cepat membawanya menjadi salah satu perusahaan TV terbesar dengan cara menjual layar flat dengan harga lebih rendah dari pesaingnya. Akuisisinya dengan LeEco akan menjadi fondasi yang kuat bagi mereaka untuk memasuki pasar Amerika Serikat, mengingat mereka juga akan mengembangkan produk-produk lain di berbagai area lain, seperti kendaraan elektrik dan smartphone.

LeEco mengumumkan rencananya untuk berinvestasi pada divisi R&D, sementara CTO Vizio Matt McRae berjanji untuk tetap konsisten menawarkan layanan dengan harga yang terjangkau. Kombinasi ini akan menyatukan perusahaan TV terbesar di Tiongkok dengan produsen TV terbesar kedua di Amerika Serikat. Keduanya berharap kesepakatan ini bisa dirampungkan pada kuartal keempat tahun ini.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID