News

Mata Bionik, Implan yang Bisa Membuat Penderita Tunanetra Melihat Kembali

[Foto: industrytap.com]
Pepatah mengatakan bahwa mata adalah ‘jendela jiwa’. Namun terkadang, mata bisa menjadi bermasalah, bahkan hingga mengalami kebutaan. Karena itu, para ilmuwan telah lama memutar otak untuk mampu menciptakan teknologi demi memerangi jumlah kebutaan. Dan tercetuslah teknologi mata bionik.

 Mata bionik memungkinkan orang buta untuk melihat kembali. Implan itu diberi nama protesis retina, terdiri dari chip elektronik kecil yang ditempatkan di bagian belakang mata. Fungsi chip itu yakni mengirimkan sinyal visual langsung ke saraf optik serta melewati sel yang rusak di retina mata.

Sayangnya, implan mata bionik tersebut tidak memiliki cukup banyak elektroda yang bisa menghasilkan visual yang lebih detail. Namun setidaknya, seorang pria yang telah menderita kebutaan selama 10 tahun kini dapat melihat dengan samar wajah istri dan orang-orang di sekitarnya. Ia juga dapat berjalan dengan baik tanpa menggunakan bantuan tongkat jalan.

Ia adalah Allen Zderad, pria asal Minneapolis yang menderita kasus penyakit genetik yang dinamakan Retinitis Pigmentosa. Dalam retina mata yang normal, terdapat sel yang fungsinya khusus untuk menerima dan mengumpulkan cahaya. Namun pada penderita Retinitis Pigmentosa, sel tersebut secara bertahap akan rusak dan mati.

Baca Juga:  Chan Zuckerberg Initiative Resmi Akuisisi Mesin Pencari Karya Ilmiah, Meta

Jadi, jika kebanyakan orang mengalami rabun mata atau pengurangan kemampuan mata untuk melihat pada malam hari, maka penderita Retinitis Pigmentosa akan kehilangan kemampuan melihatnya sepanjang hari. Zderad, penderita penyakit genetik tersebut, hanya dapat melihat cahaya yang terang benderang.

Kemudian, Zderad melakukan uji klinis implan mata bionik. Ia adalah pria pertama yang mendapatkan implan ini. Retinitis Pigmentosa telah membuat fotoreseptor Zderad hancur, akan tetapi sel saraf pengirim sinyal cahaya ke otak tetap sehat.

“Apa yang kami coba lakukan adalah menggantikan fungsi fotoreseptor yang rusak,” ujar Dr. Raymond Iezzi Jr., dokter mata di Mayo Clinic, Rochesterm Minnesota, seperti dilansir dari live science.


Setelah melakukan proses implan mata bionik, Zderad dapat melihat kembali wajah sang istri untuk pertama kalinya setelah satu dekade. Meski demikian, Zderad masih perlu menjalani terapi untuk lebih dapat menginterpretasikan sinyal cahaya yang datang dari implan.

Pria Penderita Tunanetra Selama 25 Tahun Dapat Melihat Kembali Berkat Mata Bionik

Di lain tempat, seorang pria bernama Keith Hayman yang mengalami kebutaan selama 25 tahun, akan menggunakan sepasang mata bionik. Selain Hayman, awalnya ada 10 pasien tunanetra pengidap Retinitis Pigmentosa yang juga akan menggunakan metode serupa.

Baca Juga:  Ilmuwan Ungkap Bahaya Tidur dengan Lampu Menyala

Namun, tim dokter dari Manchester Eye Hospital memutuskan memilih tiga pasien termasuk Hayman agar dapat mengikuti uji coba terlebih dahulu. Mata bionik tersebut akan menggunakan perangkat kamera khusus bernama Argus II.

Profesor Paulo Stanga (kiri) dan Keith Hayman (kanan) [Foto: mirror.co.uk]
Alhasil, uji coba pun sukses dilakukan tim dokter. Meski Hayman tidak bisa melihat secara total, ia bisa merasakan dampak besar dari menggunakan mata bionik ini.

“Saya sudah menghabiskan setengah hidup saya di kegelapan. Sekarang saya bisa bermain dengan cucu-cucu saya meski penghilatan saya samar-samar kabur,” tutur pria berusia 68 tahun ini, seperti dilansir dari mirror.

Dokter kepala operasi mata Hayman, Profesor Paulo Stanga mengatakan bahwa ia tidak menyangka operasi mata pasiennya bisa berjalan mulus. Padahal, ia sempat skeptis dengan rencana pemasangan mata bionik ini.

“Setidaknya, kami puas dengan hasil operasi yang telah dilakukan. Kesuksesan pemasangan mata bionik pada Hayman akan menjadi bukti autentik untuk pengembangan riset kami dan membuat keputusan NHS (National Health Service) negara Inggris untuk mendanai operasi mata bionik bisa dilaksanakan,” kata Stanga.

Baca Juga:  Penemuan Hologram Tertipis di Dunia Mungkinkan Imaji 3D pada Smartphone