Review

Mau Tahu Bagaimana Perasaan Gebetan? Coba Install App Ini Saja!

Pernah tidak Anda berdebar-debar gara-gara memikirkan apakah orang yang sedang Anda taksir punya perasaan yang sama dengan Anda? Menggelikan memang, tapi menebak-nebak orang yang sedang ditaksir itu terkadang bisa menghantui diri, bahkan masuk ke dalam mimpi. Di era modern ini, “mengukur” ketertarikan gebetan secara sederhana biasa dilihat dari ketersediaan yang bersangkutan untuk membalas chatting atau telepon dan SMS Anda. Solusi singkat memang untuk memperkiraan perasaan seseorang, meskipun bukan yang terbaik apalagi terakurat.

Namun daripada sekadar menerka-nerka, coba buka Play Store, lalu cari aplikasi bernama Crushh untuk meminta perspektif “orang ketiga”.

Ya, aplikasi ini memanfaatkan algoritma untuk membaca pesan teks Anda – dan menurut pembuatnya – bisa menafsirkan seberapa suka atau seberapa tidak suka orang lain terhadap Anda. Es Lee, si kreator, mengaku bahwa aplikasi ini terinspirasi dari pengalaman hidupnya sendiri, layaknya pencipta-pencipta yang lain. Lee mengatakan bahwa gagasan untuk aplikasi ini muncul saat dia duduk disebuah taman dengan seorang teman yang bingung. Temannya ini baru saja kencan dengan seorang wanita, tapi wanita tersebut tidak memberikan respons yang diharapkan, sehingga membuat temannya berada dalam kebimbangan.

Baca Juga:  Buka-bukaan Teknologi Tokopedia dari Masa ke Masa

Lee kemudian mencoba menganalisa kalimat yang digunakan oleh temannya tersebut dan pada akhirnya mengklaim bahwa wanita tersebut menyukai teman ini lewat SMS yang dikirim. Alasannya sederhana, karena kalimat yang dikirimkan oleh si wanita “menggambarkan” bahasa tubuhnya. Tak cuma itu, analisa lebih jauhnya juga mengacu pada tanda baca, emoticon, bahasa yang digunakan dalam SMS, serta seberapa sering frekuensi obrolan terjadi antara mereka berdua.

Berkat pengalaman tersebut, Lee kemudian berinisiatif untuk melakukan riset lebih lanjut. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk mengubah analisa ini menjadi sebuah algoritma yang bekerja nyaris mirip dengan kinerja otak manusia, hanya minus memori. Lebih jauh lagi, disebutkan bahwa aplikasi ini mengambil mengambil peran layaknya teman dan kemudian menerjemahkan rangkaian teks menggunakan data dan algoritma yang dikembangkan dari sampel kurang lebih 200.000 hubungan. Lee juga membuat software ini setelah melakukan riset dengan sosiolog dan psikolog.


Akan terasa sangat wajar jika banyak pengguna masih ragu dan sanksi akan aplikasi yang satu ini. Beberapa faktor yang paling utama adalah bahwa emosi tidak bisa sesederhana itu ditumpahkan kepada gadget, termasuk diterjemahkan oleh software. Pertanyaannya adalah, apakah sebuah aplikasi benar-benar bisa beritahu mana yang merupakan kalimat ‘suka’ dan mana yang kalimat ‘tidak suka’, dan respons-respons yang lainnya?

Baca Juga:  Trik Lindungi Smartphone Android dari Serangan Malware

Mungkin Anda akan sedikit kaget, tapi seorang Profesor bernama Stephen Pulman dari Departemen ilmu komputer Universitas Oxford yang dikutip dari Mashable, mengatakan bahwa aplikasi ini ternyata punya akurasi yang lumayan tinggi. Namun, ketidaksempurnaan dari aplikasi Crushh akan terlihat saat manusia tidak menggunakan makna sebenarnya untuk melakukan chatting. Seperti contohnya saat satu pihak sedang mengatakan kalimat yang bersifat sarkasme, otomatis aplikasi hanya akan mentafsirkan kalimat sesuai dengan apa yang diturunkan oleh user.

Buat yang ingin mencoba untuk menggunakan aplikasi ini, silakan temukan di Play Store. Tapi jangan kaget ya, karena aplikasi ini ternyata baru dirilis dan baru di-download sekitar 10.000 kali. Rating yang didapatkan pun juga masih belum terlalu tinggi, 3,1 dari 5 saja. Mungkin, rendahnya rating dari aplikasi ini dikarenakan beberapa hal, seperti ketersediaannya yang hanya ada di platform Android. Selain itu aplikasi ini juga tidak bisa digunakan untuk menganalisis WhatsApp, tetapi hanya SMS. Oh iya, sekadar bocoran, Crushh tak cuma bisa menerjemahkan hubungan Anda dengan gebetan atau pacar, tetapi juga orang lain yang penting di hidup Anda, dari anggota keluarga sampai bos di kantor.

Baca Juga:  Fitur Baru Google Gboard Mungkinkan Pengguna Menggambar Emoji Sendiri