Opinion

Melakukan Branding pada Startup

[Foto: pixabay.com]
Sebagai perusahaan yang baru dirintis, atau kerap disebut dengan istilah startup, branding menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan. Tujuannya jelas, pertama agar startup tersebut dikenal publik. Kedua, agar startup tersebut memperoleh lebih banyak user. Namun, sebagai perusahaan yang baru dirintis, muncul berbagai kendala yang cukup berarti terkait dengan branding.

Pertama, startup cenderung memiliki cost yang terbatas, sehingga proses branding tiadk bisa dilakukan dengan cara-cara konvensional yang memerlukan banyak biaya. Kedua, startup yang baru dirintis memerlukan kematangan dari segi produk terlebih dahulu alih-alih ingin dikenal banyak orang. Dan terakhir, startup memiliki kapasitas yang terbatas dari banyak hal tak hanya modal, tetapi juga manusianya. Untuk itu diperlukan cara khusus untuk melakukan branding terhadap startup.

Temukan nama yang paling tepat

Nama startup menentukan proses branding ke depannya. Hal ini dikarenakan nama adalah satu hal yang menjadi identitas utama sebuah perusahaan. Laiknya kita menamai seorang anak, nama yang kita berikan pada startup juga tidak boleh sembarangan. Pertama, nama tersebut merupakan representasi dari nilai-nilai yang ingin kita wujudkan dalam produk kita. Kedua, nama tersebut merupakan sesuatu yang diingat dan identik dengan startup. Dalam memberikan nama, diperlukan berbagai pertimbangan. Di antaranya dengan memperhatikan kemudahan orang untuk mengingat, kemudahan pelafalan, hingga arti dari nama itu sendiri.

Baca Juga:  Analisis: 2016 Menjadi Tahun dengan Suhu Terpanas Sejak Tahun 1880

Pahami bagaimana brand milik kompetitor


Dalam melakukan branding untuk startup, Anda juga harus memperhatikan bahwa proses itu dilakukan sendirian, dalam arti tidak ada saingan. Di tengah gempuran arus informasi, Anda harus memperhatikan dengan detail bagaimana brand yang dimiliki oleh kompetitor. Memahami kompetitor berarti memahami startup Anda sendiri. Dalam kaitannya dengan branding, yang harus Anda lakukan adalah mempelajari bagaimana kompetitor mencitrakan dan kemudian Anda bandingan pada bagaimana cara Anda melakukan branding terhadap startup yang Anda miliki. Mempelajari brand milik kompetitor juga penting untuk memahami di mana Anda harus melakukan positioning.

Bayangkan brand Anda sebagai Seseorang

Imajikan brand startup Anda sebagai seseorang (person), alih-alih hanya sebuah nama dan logo yang Anda pamerkan ke mana-mana. Mendefinisikan brand sebagai person membantu Anda untuk menemukan identitas dari brand startup itu sendiri. Pikirkan brand tersebut sebagai sosok. Apakah dia laki-laki atau perempuan? Tua atau muda? Apakah dia fashioanable? Apakah dia ceria? Apakah dia cocok untuk berada di tengah-tengah generasi millennial atau justru sebaliknya dia harus diberikan pada kelompok generasi X?

Baca Juga:  Fenomena Beauty Vlogger dan Peluang Influencer Marketing pada Industri Kosmetik

Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu Anda mendefisinikan brand startup secara lebih jelas. Dengan pendefinisian yang jelas, maka pasar yang disasar untuk melakukan branding juga akan jelas. Karakteristik pada branding saling berkaitan dengan karakteristik user yang ditarget oleh sebuah produk. Jadi, dalam hal ini, idealnya startup telah melakukan analisisnya sejak awal pembuatan produk dan penentuan target produk itu sendiri.

Jangan mengabaikan simbol

Selain faktor nama, satu hal yang tak kalah penting bagi brand sebuah startup adalah simbol. Hal ini termasuk juga pada logo, tagline, warna, dan lain sebagainya. Simbol menimbulkan kesan yang ingin Anda dapatkan dari publik. Apakah Anda ingin startup Anda terkesan glamour, ceria, mistis, atau bagaimana? Hal itu sangat tergantung pada simbol-simbol yang Anda gunakan sebagai atribut dalam startup. Misalnya saja warna. Jika Anda ingin mengesankan startup Anda ceria dan mampu menghadirkan kebahagiaan untuk orang lain, warna-warna seperti kuning atau biru bisa menjadi alternatif. Lain lagi jika Anda ingin mengesankan startup Anda sebagai sesuatu yang simpel dan klasik, Anda bisa memilih warna-warna hitam, putih, atau pastel sebagai simbolnya.

Baca Juga:  Mengenal Content Marketing di Industri Digital

Sekali lagi, branding pada startup adalah sesuatu yang unik. Berbeda dengan perusahaan besar, startup membutuhkan sesuatu yang benar-benar fundamendal untuk lebih dikenal. Sebagai penutup, mengutip Warren Buffet, “Your brand had better be delivering something special, or it’s not going to get the business.