Tips & Guide

Memahami Dasar-dasar Bidding di Google AdWords

[Foto: pixabay.com]
Sebagai salah satu tools untuk digital marketing paling populer di dunia, Google AdWords memiliki berbagai kemudahan yang memungkinkan Anda selaku advertiser untuk mengoptimisasi campaign dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Salah satunya adalah melalui bid strategy yang memungkinkan Anda untuk benar-benar fokus pada tujuan campaign yang Anda lakukan.

AdWords memberikan berbagai opsi untuk pembayaran iklan atau dalam hal ini disebut dengan istilah bidding. Berbagai opsi tersebut bisa Anda sesuaikan dengan tujuan dari masing-masing campaign. Kebanyakan advertiser di AdWords fokus pada berbagai metrics populer seperti click, impression, conversion, atau view khusus pada iklan video.

Ketika Anda bermaksud untuk mengiklankan produk di Google AdWords, Anda tentu telah memiliki berbagai tujuan. Misalnya saja Anda menjual bunga, Anda mungkin berharap consumer datang ke toko bunga milik Anda. Berbeda lagi jika Anda menawarkan jasa service AC, Anda mungkin berharap customer menelpon Anda jika ada permasalahan AC di rumahnya. Google mengakomodir berbagai tujuan campaign yang nantinya akan Anda pakai sebagai metrics untuk mengukur sejauh mana efektivitas campaign yang Anda lakukan.

Baca Juga:  7 Tips Dandani Akun Instagram Agar Tampil "Stand Out"

Fokus pada click

Jika campaign Anda berfokus pada tujuan untuk menarik lebih banyak audiens untuk mengunjungi website Anda, bisa jadi click adalah metrics yang menarik untuk Anda coba. Anda bisa menggunakan cost-per-click (CPC) bidding untuk campaign Anda tersebut. Dengan menggunakan CPC bidding, Anda hanya akan membayar ketika audiens mengklik iklan tersebut. CPC bidding bisa Anda gunakan di semua network dalam platform AdWords, baik itu Search maupun Display.


Fokus pada impression

Alih-alih membayar ketika iklan Anda diklik, jika Anda menginginkan metrics berupa impression, Anda bisa menggunakan model cost-per-thousand viewable impression (vCPM) untuk campaign Anda. Misalnya saja Anda bermaksud membuat campaign untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap keselamatan berkendara, Anda bisa membuat satu buah video atau banner untuk campaign tersebut. Sayangnya, bid strategy ini memang hanya bekerja pada Display Network dan tidak menyasar pada audiens yang mencari produk di Google Search Engine.

Fokus pada view

Tipe bidding ini hanya berlaku untuk materi campaign berupa video (video ads). Anda hanya diminta untuk membayar ketika audiens memutar video Anda. Sistem kerjanya hampir sama dengan CPC di mana Anda akan membayar untuk setiap user yang melihat video campaign Anda. Model bidding ini disebut dengan cost-per-view (CPV).

Baca Juga:  Kini Tak Perlu Khawatir Beriklan di Facebook Tapi Stock Barang Habis

Fokus pada conversions

Jika Anda memiliki bisnis yang kompleks dengan berbagai tujuan seperti misalnya lead generation atau payment pada e-commerce, model bidding ini barangkali adalah salah satu yang paling efektif untuk dipakai. Cost-per-acquisition (CPA) memungkinkan Anda untuk membayar sebuah iklan hanya jika audiens mencapai suatu conversion tertentu yang telah ditentukan sebelumnya dalam setting campaign.

Model bidding ini termasuk dalam kategori advanced di mana Anda membutuhkan seorang digital marketing profesional untuk mengelola dan mengoptimisasi campaign agar hasil yang Anda dapatkan benar-benar maksimal. Selain itu, Anda perlu juga menggunakan conversion tracking pada analytics untuk mengetahui seberapa banyak audiens yang berhasil diconvert ke dalam suatu action yang menjadi metrics keberhasilan sebuah campaign.

Dengan memahami berbagai dasar dalam bidding di AdWords ini, diharapkan Anda dapat mengelola campaign dengan lebih optimal. Prinsipnya adalah dalam sebuah campaign, seorang advertiser pastilah memiliki tujuan. Google membantu usernya untuk mengukur capaian-capaian dalam campaign apakah sudah memenuhi tujuan awal atau belum.

Baca Juga:  7 Elemen yang Bisa Memperkuat Strategi Pemasaran Anda